Stres dan kecemasan menghambat kualitas hayati. Tekanan pada tempat tinggal dan di tempat kerja telah diperburuk sang pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung, ketidakpastian ekonomi, serta kesenjangan politik yang melebar. terdapat tantangan signifikan yang kita hadapi menjadi individu serta rakyat, tetapi kita tidak dapat mengatasinya Bila dilumpuhkan oleh ketakutan serta keputusasaan. Hal-hal akbar dicapai waktu kita berkepala dingin, bijaksana, dan dibimbing sang alasan serta bukti daripada kesombongan dan ketidaktahuan.

dalam menemukan cara buat mengatasi stres serta kecemasan, sehabis diteliti Stoikisme bisa menjadi dasar-dasar biologis mencapai kebahagiaan. Stoikisme artinya filosofi yang mengajarkan bagaimana menjaga pikiran yg tenang dan rasional, tidak peduli apa yang terjadi pada Anda dan itu membantu Anda tahu, fokus di apa yang dapat Anda kendalikan dan tak khawatir tentang dan mendapatkan apa yang tidak dapat dikendalikan.

Dikutip Pschology Today, aliran filsafat antik didirikan pada Athena sang pedagang Fenisia Zeno berasal Citium kurang lebih tahun 301 SM. Awalnya dianggap Zenonisme kemudian dikenal menjadi Stoikisme sebab Zeno serta para pengikutnya bertemu pada Stoa Poikilê, atau Painted Porch.

Mungkin masih terdengar asing wacana filsafat Yunani antik ini. tetapi, pengetahuan berasal dua.000 tahun yg lalu dapat membantu usaha pada menghadapi kehidupan di zaman modern ini, benarkah?
terdapat beberapa prinsip Stoik yang sangat membantu dalam mengurangi kecemasan dan stres. Tanpa gangguan ini, produktivitas dan kebahagiaan bisa berkembang. Sebagian besar ide Stoik berpusat di keterangan bahwa pikiran Anda mengendalikan persepsi Anda wacana insiden, dan persepsi Anda ihwal insiden mengatur apakah respons Anda akan konstruktif.

Fitur utama Stoikisme artinya mendapatkan tawaran kehidupan kartu kepada Anda, hanya mengkhawatirkan apa yg dapat Anda kendalikan. Menekankan perihal sesuatu yang tidak bisa Anda ubah merupakan pemborosan waktu dan tenaga yg berharga. Lebih baik menginvestasikan upaya Anda ke dalam upaya yang akan berakibat akibat. Konsep ini tidak boleh disalahartikan menjadi pengalah, namun perihal merasionalisasi pertempuran mana yang layak diperjuangkan.

Prinsip primer Stoa kuno artinya keyakinan bahwa kita tidak bereaksi terhadap peristiwa. tetapi bereaksi terhadap penilaian kita wacana mereka, dan penilaian tersebut bergantung di diri kita sendiri. Kaum Stoa mengakui bahwa emosi adalah frekuwensi spontan yg membutuhkan rasionalisasi sebelum bertindak. Beberapa penulis Stoik menganjurkan buat melangkah keluar berasal diri Anda sendiri buat mempelajari emosi secara lebih objektif, menjadi seseorang yang tidak terikat pada situasi tadi.

Artikel Lainnya : Body dysmorphic disorder