Mendiagnosis gangguan mental bukan hal yang simpel. pada sejarahnya, penyusunan kitab panduan serta pegangan buat mendiagnosis gangguan mental tak jarang memicu perdebatan tentang penyakit apa yg akan disertakan. Perdebatan ini tidak hanya terjadi di kalangan ilmuwan, tapi pula pada rakyat awam.
kitab yg bernama Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) merupakan kitab yang menjadi acuan semua ahli psikologi di dunia. Penyusunnya artinya para pakar psikologi yg tergabung pada American Psychological Association (APA). Beberapa gengguan mental yang sempat menjadi kontorversi tersebut mirip dilansir livescience.com, Kamis (12/1/2012) diantaranya;
Gangguan ciri-ciri Gender
saat ini, yg paling kontroversial dari semua gangguan mental adalah gangguan ciri-ciri jenis kelamin. berdasarkan DSM edisi sebelumnya, orang yang merasa jenis kelamin fisiknya tidak sinkron dengan jenis kelaminnya yang sejati bisa didiagnosis mengalami gangguan ciri-ciri gender. Kontroversi terbesar atas gangguan ini adalah sebab DSM tak memuat cara pengobatannya. Apakah anak-anak yg merasa tidak cocok jenis kelaminnya diizinkan mendefinisikan diri mereka sendiri, atau wajib didorong buat mengidentifikasi dirinya sesuai jenis kelamin fisiknya? “pada satu sisi, para pakar berpendapat supaya anak-anak ini merasa nyaman dengan tubuh yang sudah dimilikinya sendiri. tetapi pada sisi lain, para ahli menginginkan anak-anak ini bebas menentukan keinginannya. Menurutku, memaksa seorang buat hidup menggunakan jenis kelamin yg tidak diinginkan akan menyebabkan depresi serta kecemasan,” istilah Diane Ehrensaft, psikolog klinis pada Oakland, California.
Kecanduan seks
berdasarkan lembaga Society for the Advancement of Sexual Health, kecanduan seks ditandai menggunakan kurangnya kontrol atas sikap seksual. Pecandu seks akan menuruti asa seksualnya meskipun berakibat jelek, tidak mampu menetapkan batasan serta terobsesi dengan seks bahkan ketika tak ingin memikirkan hal itu. Beberapa pecandu seks mengaku tidak mendapatkan kenikmatan berasal perilaku seksualnya, tapi hanya menghasilkan rasa malu. Gangguan ini belum dimasukkan ke pada DSM, serta kemungkinan tidak akan disertakan dalam DSM edisi berikutnya. Malahan, Asiosiasi Psikologi Amerika (APA) bermaksud menambahkan kelainan seksual baru yang disebut gangguan hiperseksual, yg tidak menggambarkan perihal kecanduan seks.
Homoseksualitas
pada sejarahnya, homoseksual adalah gangguan kejiwaan yg paling kontroversial. APA mencoret homoseksualitas dari daftar gangguan mental di tahun 1973 sesudah menerima gempuran protes berasal aktivis gay dan lesbian. Beberapa bukti ilmiah menyarankan bahwa ketertarikan sesama jenis artinya hal yg normal di kalangan orang yg bisa mengikuti keadaan dengan lingkungannya.






