Apa itu heterofobia?
Kita dapat memahami istilah heterofobia dengan cara yang berbeda. Secara etimologis, di satu sisi kita tahu bahwa fobia berarti ketakutan atau keengganan yang kuat. Di sisi lain, hetero berarti berbeda, terutama dalam bidang seksualitas dan gender. Jadi, sementara kita dapat mendefinisikan heterofobia sebagai ketakutan irasional terhadap lawan jenis, banyak yang menyebutnya sebagai fobia terhadap orang-orang dengan orientasi heteroseksual.
Menurut Daniel Ferstein dalam artikel “The Logic of Racism”, heterofobia didefinisikan sebagai ketakutan akan orang lain, keanehan atau kebingungan, ketakutan yang diungkapkan sebagai ketakutan akan hal yang tidak diketahui. merupakan bagian dari struktur kepribadian subjek sosial.
Ciri-ciri heterofobia
Sekarang setelah kita mengetahui apa arti istilah heterofobia, mari kita lihat ciri-ciri utama orang yang terkena ketakutan irasional ini adalah:
- Referensi negatif untuk orang heteroseksual atau heteroseksual. Penghindaran dan pelarian yang berlebihan dari stimulus.
- Hiperventilasi dan palpitasi.
- Kecemasan yang intens ditimbulkan dalam menghadapi penilaian ancaman yang salah, yaitu nilai-nilai yang dikaitkan dengan rangsangan dan respons ketakutan.
- Munculnya gangguan lain berasal dari fobia ini.
Gejala heterofobia
Dengan heterofobia, gejala yang dihasilkan bisa sangat bervariasi. Selanjutnya, kami akan menunjukkan beberapa gejala heterofobia.
- keterlibatan sistem pencernaan.
- perasaan tercekik.
- Kegelisahan.
- palpitasi dan/atau takikardia.
- kekakuan otot.
- Gejala perifer seperti hiperfleksia, hipertensi, hiperhidrosis atau peningkatan frekuensi berkemih.
- Munculnya ketakutan lainnya.
- malu.
- Kebingungan dan distorsi persepsi. Perhatian Selektif yang Bias. Iritabilitas, kegelisahan, atau kegelisahan
- Merasa tertekan, kewalahan, atau terlalu cemas
- Kontrol.
- berkeringat
- Perasaan menderita.
- Ada gangguan dalam pembangunan sosial.
Contoh heterofobia
Memahami heterofobia sebagai kekhawatiran terhadap jenis kelamin lain, kami dapat menemukan banyak contoh yang menggambarkan fobia ini. Kita harus berpikir bahwa, di satu sisi, fobia ini mungkin merupakan akibat dari masalah atau kondisi bencana yang berbeda yang menyebabkan karakter meningkatkan heterofobia sebagai mekanisme perlindungan.
Sebaliknya, contoh-contoh telah didokumentasikan di media tentang contoh-contoh heterofobia yang dibicarakan dengan sensasi diskriminasi terhadap seseorang karena heteroseksual . Selanjutnya, kami menampilkan contoh interpretasi heterofobia yang unik:
Contoh serial TV “The Big Bang Theory”: Ilmuwan India Dr. Rajesh Koothrappali menderita mutisme selektif terhadap lawan jenis. Kami mengamati bahwa ketika seorang wanita hadir, dia tidak dapat berbicara dengan keras kecuali dia berada di bawah pengaruh obat penenang, seperti alkohol, yang memiliki efek depresi yang memungkinkannya mengatasi fobianya.
Untuk wanita dengan GBV: Dia mengembangkan ketakutan irasional terhadap pria dan menemukan bahwa dia bahkan tidak bisa berada di depan atau di ruangan yang sama dengan satu orang. Dia juga harus menghadapi konsekuensi yang melemahkan yang ditimbulkannya di tingkat sosial, pekerjaan, dan pribadi.






