iapa sih yang tak pernah mengalami fase tertekan? hayati adalah sebuah bepergian serta petualangan, yang dimana terdapat aneka macam tantangan yg wajib kita lewati. Tekanan adalah keliru satu berasal tantangan yg akan selalu kita temui dan wajib dihadapi pada hidup kita. namun, siapa sangka bahwa asal tekanan ini bisa menjadi sebuah faktor dari perkembangan diri kita sebagai individu?.
kata proses menjadi (becoming) ini diciptakan sang Gordon Allport. Arti asal proses menjadi itu sendiri merupakan sebuah proses dinamis yg terjadi, dimana kita selaku insan akan terus membuatkan, memodifikasi atau mentransformasikan, dan memperbaiki konsep serta identitas dari pada diri individu kita sendiri alias perkembangan. Selama kita menjalani hari, bulan, tahun , dan seterusnya, secara tak eksklusif terdapat pengalaman yg meresap ke dalam diri kita yg kemudian akan menghasilkan sebuah potensi yang dapat kita warisi. Pengalaman yg paling membawa dampak pada proses menjadi di diri kita biasanya dari hubungan antar famili, teman akrab, gerombolan , organisasi, serta rakyat. Melalui hubungan tersebut, kita pun secara tidak sadar ikut beriktikad seperti mereka ataupun mengadopsi tingkah laris yang sama. famili serta teman akrab mempunyai pengaruh yang lebih dalam dan abadi terhadap proses menjadi (becoming) kita dibandingkan dengan efek berasal gerombolan , organisasi, dan masyarakat.
dalam perjalanan proses menjadi, sepanjang hayati kita akan selalu terjadinya perkembangan dan perubahan di diri kita. Walaupun kita tidak sadar, perkembangan diri kita ini lebih mayoritas terbentuk dampak interaksi yang terjadi antara kita dengan orang lain, mulai berasal yg terdekat sampai yang jauh. Proses menjadi jua merupakan bagian dari pembentukan konsep diri, bagaimana akhirnya kita melihat diri kita sendiri.
DANYA PENYESUAIAN SERTA PERTUMBUHAN
Kita menjadi insan dengan binatang tentu memiliki berbeda-bedaanbhineka di respon buat menghadapi banyak sekali tekanan. binatang waktu dihadapi dengan tekanan atau ancaman, mereka akan bereaksi secara eksklusif mirip meraung, mencakar, mengaum, dan lain-lain. Sedangkan kita menjadi manusia telah diajarkan serta belajar dalam mengatasi persoalan secara lebih beradab. manusia memiliki penyesuaian sosial, hal itu artinya kemampuan buat mengikuti adanya suatu peraturan atau norma yang ada yang bertujuan mengatur individu dengan grup.
Penyesuaian berarti adaptasi, dimana ketika kita bisa buat permanen survive berdampingan dengan segala tuntutan dan tantangan yang terdapat dari internal juga eksternal. Parsudi Suparlan (pada Adaptasi pada Antropologi, 1993) mengemukakan bahwa pengertian adaptasi yaitu merupakan suatu proses buat memenuhi kondisi-syarat dasar buat permanen melangsungkan kehidupan serta memenuhi syarat-syarat dasar kehidupan. menggunakan kata lain, kita berusaha buat menyelaraskan ketidakcocokkan antara kita menggunakan lingkungan kurang lebih kita. Tujuan dari penyesuaian atau adaptasi yg dilakukan ialah supaya keberadaan kita sebagai individu tetap ada pada kehidupan walaupun lingkungan dalam kehidupan tadi sudah berubah. Adaptasi ialah sebuah kunci, buat kita permanen bisa menjalani kehidupan yang dinamis serta berubah-ubah.
Kemampuan adaptasi atau penyesuaian ini bertujuan supaya kita menjadi individu bisa menyeimbangkan suatu keadaan atau korelasi di antara diri kita menggunakan lingkungan kita. Bagaimanapun kita tidak hidup sendiri pada global ini, kita selalu akan dihadapi dengan ekspetasi, tuntutan, dan tantangan asal lingkungan kita. namun, penyesuaian atau adaptasi artinya sesuatu hal yg tidak mudah dicapai atau dilakukan sang seluruh orang. harus adanya proses yang panjang buat akhirnya kita sebagai individu mempunyai kemampuan menyesuaikan diri terhadap problem atau tekanan yg terdapat.
Perlu kita tau, bahwa tempo penyesuaian dan pertumbuhan setiap orang tidaklah sama. Ini terjadi sebab kemampuan orang pada beradaptasi. terdapat yang mampu mengontrol emosi semenjak usia dini, namun orang yg lain belum tentu mempunyai kemampuan pengontrolan emosi yg baik juga.
Meskipun tekanan membuat kita mencicipi poly hal-hal negatif yg tak diinginkan, tekanan adalah bagian dari proses menjadi (becoming) di kehidupan kita yang tidak terhindarkan. Perlu kita ingat, bahwa perkembangan diri bukanlah sesuatu proses yg pasif, melainkan aktif. Bagaimana kita aktif pada mentranformasikan tekanan yg kita alami menjadi sebuah makna yg lebih positif. dengan istilah lain, perkembangan diri kita itu tergantung di bagaimana kita menyesuaikan diri dan menghadapi banyak sekali tekanan yang terdapat. Jadi, perlu kita ketahui bahwa secara sadar ataupun tak, kita sebagai insan akan terus aktif dalam menghadapi tekanan atau masalah buat terus mencari peluang serta mencari makna di kehidupan yang kita jalani. Hal itulah yang menghasilkan kita semakin kuat sebagai individu.
Baca Juga : Benarkah mendengarkan musik bisa meredakan stres ini faktanya






