di dunia ini ada orang menggunakan kepribadian tipe C yang dicirikan punya kesabaran luar biasa serta sering menunda emosinya, terutama marah. Ternyata orang menggunakan kepribadian ini lebih berisiko terkena kanker. menurut Psikiater dan Dosen Ilmu Psikiatri pada FK UKRIDA, Dr Andri,SpKJ, pada informasi tertulisnya yang diterima rang dengan kepribadian tipe C super tabah hiperbola dan tak jarang selalu mengiyakan segalanya walaupun pada dalam hatinya sangat bertentangan. Orang ini jua seringkali terlalu merasionalkan segala sesuatunya serta ingin selalu tampil baik dan sempurna di mata orang.
“Orang menggunakan kepribadian mirip ini tentunya seringkali mengalami ‘kelelahan mental’ sebagai akibatnya praktis menjadi depresi dan merasa tidak berdaya. Dikatakan Bila dikombinasikan dengan faktor risiko lain, orang menggunakan kepribadian tipe C akan lebih berisiko menderita kanker,” kata Dr Andri.
pada pasien kanker sendiri bisa muncul tandagejala-tanda-tandagejala gangguan psikologis seperti kemarahan, kecemasan, depresi, dan tidak memiliki harapan. Jika kondisi ini tidak ditangani dengan baik maka akan memperburuk kesehatan pasien kanker. Selain itu kualitas hidup pasien akan menurun. harapan hayati pasien yang mengalami kanker dan gangguan psikiatrik pun umumnya lebih pendek daripada yang mampu mengatasi kondisi itu.
Perasaan murka di pasien umumnya dihubungkan dengan perasaan tidak berdaya serta tidak mampu ditolong berkaitan dengan penyakitnya. Rasa marah pada lingkungan jua ada karena pasien frustasi serta hilangnya kemampuan mandiri.
Jika kemarahan ini dibiarkan serta tidak tertangani, maka mampu memunculkan depresi. Akibatnya, pasien akan kehilangan harapan dan malas berafiliasi menggunakan orang lain. Hal ini dicirikan dengan mengisolasi diri berasal pergaulan.
tanda-tandagejala depresi lainnya artinya sulit tidur serta hilangnya nafsu makan. di akhirnya kondisi itu mengakibatkan hilangnya motivasi pada perawatan dan rasa lelah yg berkepanjangan. berdasarkan Dr Andri, tanda-tanda-tandagejala depresi jua seringkali dibarengi dengan tanda-tandagejala-tanda-tanda-tandagejala kecemasan yang dirasakan pasien menjadi gejala yang berkaitan dengan peningkatan aktifitas sistem saraf otonom.
“Pasien menjadi tak jarang mengalami jantung berdebar, sesak napas serta rasa kelelahan karena tegang yg berlebihan. Kecemasan juga seringkali dikaitkan dengan perasaan ketakutan akan hilangnya integrasi diri dalam artian yg paling sempit sekalipun mirip hilangnya kepercayaan diri karena memiliki tubuh yang tidak sempurna,” paparnya.