dalam penyampaian materi nya Wardah memulai menggunakan memutarkan video perihal bagaimana usaha seseorang ibu secara kodrat pada proses melahirkan. dengan seksama peserta memperhatikan penayangan video tadi, berasal kiprah kodrat perempuan tersebut, maka materi dilanjutkan menggunakan bagaimana kiprah non kodrat wanita baik pada keluarga juga rakyat.
intinya, peran perempuan pada keluarga artinya menjadi anak buat orang tuanya, sebagai seorang istri untuk suaminya serta menjadi seseorang bunda buat anak-anaknya. Sedangkan di peran yang lain, wanita jua punya tanggung jawab secara sosial sebagai bagian asal warga .
masalah yg disampaikan sang keliru satu peserta perihal bagaimana bisa berperan dalam rakyat ialah terkendala menggunakan izin suami, hal ini yg perlu buat diurai agar ketemu solusi. intinya kehidupan rumah tangga suami istri artinya terbangunnya komunikasi serta terciptanya relasi, sebab eksistensi suami istri adalah untuk saling melengkapi.
pada kesempatan itu juga, Wardah mengajak pada semua peserta untuk kompromi terhadap diri, karena kadangkala wanita sendiri yang memang menikmati kiprah yg selama ini dilakukan, relatif membisu pada rumah tanpa ada impian buat menyebarkan diri dan meningkatkan perannya menjadi makhluk sosial, buat itu ayo perempuan Indonesia tumbuhkan kemauan buat beranjak serta maju, menfaaatkan kesempatan yang ada, dengan sendirinya kemampuan sempurna akan diperoleh serta mengikuti seiring berjalannya ketika.