Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan hukuman teguran terhadap 13 tayangan televisi serta radio. sanksi tadi diberikan karena tayangan mengandung kekerasan, adegan kesurupan, adegan horor, pemanggilan arwah, dan perseteruan langsung. keliru satu tayangan yg menerima teguran KPI adalah film animasi “Big Movie Family: The SpongeBob Squarepants Movie”. Tayangan kartun atau animasi memang menjadi tontonan favorit anak-anak.
pada sisi lain, kartun juga mampu memberi impak negatif kepada anak. Apa saja?
Kekerasan
Menonton kartun yang menggambarkan kekerasan berpotensi mendorong anak melakukan hal yang sama pada kehidupan nyata. Selain itu, anak-anak mungkin percaya bahwa tak terdapat yang terluka atau merasa sakit sebab kartun acapkali menampilkan adegan melarikan diri tanpa cedera selesainya mengalami kekerasan atau kecelakaan. misalnya, kartun Tom and Jerry acapkali menampilkan adegan saling memukul atau mengakibatkan satu sama lain jatuh dari ketinggian tanpa terdapat konsekuensi nyata.
Kurang Empati
terdapat beberapa kartun yang memberikan karakter serta perilaku kasar atau tidak patuh terhadap guru serta orangtua. Anak-anak dapat meniru sikap ini serta menantang orangtua atau pengajar mereka.
Bahasa yg kasar
Kartun sering kali menyertakan bahasa yang tidak cocok buat anak-anak. Anak-anak praktis dipengaruhi serta meniru, sehingga menghasilkan mereka turut menggunakan bahasa yang jelek yg mereka serap dari kartun.
Tidak bersosialisasi
ada beberapa kartun yg mendorong sikap antisosial dan memberikan pesan yang galat pada anak-anak. terdapat beberapa kartun yang mengandung insinuasi seksual, mendorong agresi, dan mempromosikan sikap nakal. Hal ini bisa memengaruhi perilaku anak dan menghasilkan mereka berpikir normal untuk menjadi agresif, manja, atau nakal.
persoalan kesehatan
Terlalu banyak duduk di depan layar televisi karena menonton kartun dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan karena tidak aktif dan gaya hayati yang menetap. Risiko kesehatan itu di antaranya obesitas, problem penglihatan, dan kekurangan nutrisi sebab norma kuliner yang buruk .
peran buruk
Anak-anak acapkali mengidolakan karakter kartun favorit mereka dan melakukan peniruan dan bercita-cita buat menjadi mirip tokoh kartun idolanya. sering, objek kekaguman mereka mampu menjadi panutan yg menyesatkan sebagai akibatnya mendorong norma atau membagikan perilaku tidak sensitif terhadap sesama makhluk. akibat kartun semacam ini bisa membuat anak menjadi tak komunikatif serta antisosial.






