Gangguan kepribadian skizoid artinya pola ketidakpedulian terhadap korelasi sosial, menggunakan rentang aktualisasi diri serta pengalaman emosional yg terbatas. Orang menggunakan gangguan kepribadian skizoid sporadis merasa terdapat yg galat menggunakan syarat mereka. Orang yang memiliki gangguan kepribadian ini bisa beraktivitas seperti biasa, namun tidak mencoba membentuk hubungan menggunakan orang lain. Mereka biasanya penyendiri dan cenderung melamun hiperbola, serta umumnya membentuk keterikatan di binatang.

Orang-orang skizoid sulit untuk mengekspresikan emosi dan tidak mempunyai impian untuk menghasilkan hubungan eksklusif yg dekat. Gangguan kepribadian ini diyakini relatif jarang dan cenderung menghipnotis poly pria daripada wanita. Selain itu, seseorang dengan gangguan kepribadian skizoid pula berisiko mengalami depresi.

terdapat bukti yang memberikan bahwa kelainan skizoid mempunyai arsitektur genetik yang mendasar dengan skizofrenia, serta penarikan sosial ialah ciri berasal ke 2 kelainan tadi. namun yg membedakan adalah orang menggunakan gangguan kepribadian skizoid masih berafiliasi menggunakan kenyataan, tidak seperti mereka yang menderita skizofrenia atau gangguan skizoafektif.

Penyebab Skizoid
Gangguan kepribadian terjadi ketika seseorang menampilkan perilaku berulang yang bertentangan dengan lingkungan sosial budaya mereka. sikap ini dapat merusak pekerjaan, korelasi, serta pemenuhan kebutuhan secara keseluruhan. Belum terdapat penyebab sempurna asal gangguan kepribadian skizoid. namun, terdapat kondisi kehidupan dan faktor biologis yang bisa berkontribusi di perkembangan syarat ini.