Tengah ramai soal pemberitaan ketua dpr RI, Setya Novanto mengalami kecelakaan tersebut malam saat menuju komisi pemberantasan korupsi (kpk). tak sedikit warganet menganggap bahwa insiden tadi ialah sebuah kesengajaan alias sakit untuk menghindari dakwaan kasus e-KTP.

pada keterangan yg dibagikan ke detikHealth, psikiater asal Klinik Psikosomatik Omni Hospitals Alam Sutera, dr Andri, SpKJ, FAPM menuliskan bahwa sakit atau dikenal dengan istilah malingering bukanlah menjadi gangguan jiwa. umumnya malingering bersifat eksternal, misal menghindari tugas militer atau pekerjaan, menerima kompensasi finansial, menghindari tuntutan pidana, atau mendapatkan obat-obatan terlarang.

“Jadi malingering adalah perilaku yang disengaja untuk tujuan eksternal yang diketahui. Ini tidak dianggap menjadi bentuk gangguan jiwa atau psikopatologi, meski mampu terjadi dalam konteks gangguan jiwa lainnya,” seperti dikutip dari psikosomatik.net yang ditulis sang dr Andri.

ad interim itu, psikolog, Mellissa Grace, M.Psi., Psikolog mengunggah sebuah postingan di akun Instagram-nya yg pula mengungkapkan malingering. dalam postingan tersebut ia menyebut bahwa malingering adalah gangguan mental di mana seorang berpretensi-pretensi menjadi sakit atau dengan sengaja memunculkan tanda-tanda penyakit, baik fisik juga mental, dalam dirinya dengan tujuan menghindari tanggung jawab.