Mungkin kita seluruh sudah acapkali mendengar istilah broken home, baik secara pribadi ataupun pada media sosial mirip kini ini. di media sosial, aneka macam remaja mengakui bahwa dirinya sedang menghadapi broken home. Kebanyakan remaja yg menghadapi broken home artinya efek dari konflik orang tua mereka.
namun, apakah kamu tahu apa itu broken home?
Broken home atau keluarga tidak utuh adalah kondisi pada mana keluarga mengalami perpecahan atau adanya kesenjangan pada rumah tangga, entah itu berawal berasal cekcok ke 2 orang tua, perselingkuhan, bahkan perkelahian yang menjadikan putusnya tali yg dirangkai famili atau perceraian.
Broken home memiliki dampak berfokus dalam kehidupan. hidup menggunakan hilangnya salah satu atau bahkan kedua sosok orang tua mempunyai dampak yang jauh lebih besar dari yg kita kira.
Sisi positifnya, mereka sudah terlatih untuk mengatasi banyak sekali macam persoalan. Kurangnya kehangatan yg mereka nikmati pada keluarga, menghasilkan mereka mau tidak mau harus mandiri. Anak broken home cenderung tidak menunjukkan jika mereka butuh orang lain.
pada kondisi ini, terutama bagi si anak seakan melihat dunia runtuh tepat di hadapannya sebab hilangnya cinta serta kasih sayang ke 2 orang tuanya sampai mengakibatkan stress berat psikologi yang cukup fatal dan membekas dalam dirinya, bahkan membentuk mereka depresi. ia merasa bahwa apa yg selama ini dimiliki setiap individu begitu saja hilang dalam sekejap dan sulit untuk disembuhkan.
ketika sosok yg seharusnya sebagai sumber cinta serta afeksi itu hilang atau mungkin bahkan hadir tetapi gagal memberikan hal-hal tersebut, oleh anak akan kehilangan ‘amunisi’ krusial dalam pengembangan karakternya. sang anak akan mengalami kekosongan yang mereka pun tidak tahu cara mengisinya bagaimana, bahkan kebanyakan remaja melampiaskan amarahnya ke hal-hal yang berbau negatif, contohnya pergaulan bebas, pergi ke club, dan lain-lain.
Pertama, mendekatkan diri kepada dewa. dengan mendekatkan diri pada dewa, tentu saja sangat membantu dalam menangani persoalan yg dihadapi, yaitu menggunakan melakukan ibadah dan memperbanyak berdoa kepada yang kuasa supaya mendapatkan kasih sayang dewa.
kedua, memperbanyak kegiatan positif, seperti aktif pada masyarakat, organisasi, serta aktivitas positif lainnya agar bisa beralih serta melupakan masalah yang sedang dihadapi.
Ketiga, berdamai menggunakan keadaan. Terimalah apa yang terjadi dan berpikirlah bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Sayangnya, hidup pada broken home tidak semudah itu. Menghadapi broken home bisa dipastikan akan menjadi perjalanan panjang. Tips-tips pada atas diutarakan hanya buat membantu kita seluruh pada menghadapi broken home.






