ADHD alias Attention-deficit hyperactivity disorder adalah istilah medis untuk gangguan mental yang ditandai dengan perilaku impulsif dan hiperaktif. ADHD adalah gangguan yang menyerang anak-anak dan membuat pengidapnya kesulitan untuk memusatkan perhatian pada satu hal dalam satu waktu. Kondisi ini memang menyerang anak-anak, tetapi gejala yang muncul bisa bertahan hingga remaja bahkan dewasa.
Apa yang dimaksud ADHD?
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) ditemukan pertama kali dalam dunia kedokteran dengan istilah brain dysfunction, hyperkinetic reaction of childhood, and attention-deficit disorder dengan atau tanpa hiperaktif. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan otak dengan gejala sulit fokus, memusatkan perhatian dan hiperaktif dalam segala aktifitas yang dapat terjadi pada anak – anak hingga berlangsung sampai dewasa. Anak dengan ADHD sering mengalami kesulitan dalam bersosialisasi dilingkungannya dan sulit berprestasi disekolah. Hal ini memerlukan perawatan yang melibatkan orangtua, pendidikan dan medis.
Faktor penyebab ADHD
Faktor Genetik
Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa ADHD diturunkan dari orangtua. Terdapat penelitian studi international yang dilakukan terhadap anak kembar didapatkan hasil bahwa ADHD dapat diturunkan dari keluarga. Namun sampai saat ini banyak peneliti mencari tahu gen yang dapat menyebabkan gangguan pemusatan perhatian tersebut (Faraone, 2010).
Cedera Otak
Anak dengan cidera otak traumatis sebagian kecil menunjukkan beberapa kebiasaan yang mirip dengan gangguan pemusatan perhatian atau yang disebut Banyak tanda Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Faktor Lingkungan
Terdapat studi penelitian yang menunjukkan bahwa ADHD dipengaruhi lingkungan. Ibu pada masa kehamilan yang merokok, minum alkohol dan hidup dilingkungan perokok mempunyai potensi melahirkan anak yang akan tumbuh dengan ADHD. Selain itu ADHD level tinggi banyak ditemukaan pada anak pra sekolah.
Pencegahan ADHD
Tidak ada pencegahan spesifik terhadap ADHD. Namun, risiko gangguan ini bisa dikurangi, dimulai dari masa kehamilan. Ibu hamil disarankan untuk tidak merokok, tidak mengonsumsi minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang, serta sebisa mungkin menjauhkan anak dari asap rokok dan paparan zat beracun yang bisa membahayakan kesehatan.
Pengobatan ADHD :
- Obat-obatan yang umum digunakan untuk mengatasi ADHD. Obat-obatan ini digunakan untuk membantu pengidap lebih tenang dan mengurangi sikap impulsif sehingga dapat lebih memusatkan perhatian.
- CBT (cognitive behavioural therapy). Terapi ini dilakukan untuk menolong pengidap mengubah pola pikir dan perilaku saat mengalami masalah dalam hidupnya.
- Terapi psikologi. Perawatan ini bertujuan supaya pengidap ADHD dapat menemukan solusi untuk mengatasi gejala penyakitnya.
- Pelatihan interaksi sosial, Pelatihan ini bertujuan untuk menolong pengidap dalam memahami perilaku sosial yang dapat diterima dalam masyarakat.
- Terapi perilaku. Terapi ini bertujuan supaya orang tua atau pengasuh dapat memiliki strategi untuk menolong pengidap dalam menjalani kehidupan sehari-hari atau mengatasi keadaan yang sulit.






