Telah lama, para psikolog sudah mengkaji kenyataan ini dan menemukan liputan menarik  tentang bagaimana musik bisa memengaruhi perasaan kita. dalam artikel ini, kita akan mencari tahu lebih dalam tentang korelasi musik dan emosi dari sudut pandang psikologi.

Genre musik blues cocok bagi Kawula muda yang sedang merasa gugup serta gelisah, karena ritme pada musik blues memperlambat detak jantung sebagai akibatnya sebagai lebih hening. mirip jenis musik klasik yg membuat perasaan pendengarnya menjadi lebih tenang, dan dianggap dapat menaikkan kemampuan otak.

Dengan mendengarkan musik, beberapa hormon akan terpicu buat keluar dan berperan pada fungsi otak juga kesehatan mental. Hormon yg terlepas seperti kortisol yg merupakan hormon stres, serotonin yang berafiliasi dengan kekebalan tubuh, kemudian oksitoksin berupa hormon yg menumbuhkan kemampuan buat terhubung menggunakan orang lain.

Hubungan Musik serta Emosi
terdapat banyak penelitan yg mendukung klaim mengenai korelasi musik serta emosi. galat satunya merupakan hasil penelitian asal Thoma dan mitra-kawannya di 2012 kemudian. Mereka berhasil menemukan bahwa musik klasik mampu menaikkan perasaan bahagia serta menurunkan taraf stres di orang yg mendengarkannya secara rutin.

Selain itu, terdapat pula penelitian lain tentang hubungan musik serta emosi yang dilakukan sang Juslin serta Vastfjall di tahun 2008. hasil penelitian mereka membagikan bahwa musik menggunakan tempo cepat dan nada ceria mampu memicu perasaan positif mirip kebahagiaan serta keceriaan. Sedangkan musik dengan tempo lambat dan nada yg lebih sedih cenderung memicu perasaan negatif mirip kesedihan dan rasa takut.

Artikel lainya : https://psikologi.uma.ac.id/mengetahui-tentang-selat-terusan-suez-yang-mendunia/