Candu game berkaitan langsung dengan pelepasan dopamin dan endorfin dalam otak, sama seperti narkoba atau alkohol. Anak-anak yang terus-menerus bermain game online menyebabkan meningkatnya pelepasan dopamin, hormon nikmat, di dalam otak. Hal ini memicu perasaan bahagia, euforia, dan excitements yang dapat membuat anak sulit untuk menghentikan aktivitas yang sedang mereka lakukan. Selain itu, banyak game online juga memiliki elemen interaktif yang memungkinkan anak untuk berinteraksi dengan karakter game atau komunitas, dan menjadikannya lebih sulit untuk berhenti bermain game.
Dampak Negatif
Anak yang terjebak pada candu game akan sulit mengalokasikan waktu untuk melakukan aktivitas produktif yang lain. Misalnya, ia menjadi malas atau mengejauhkan diri dari tugas sekolah, aktivitas menulis, atau membaca. Kondisi ini dapat berdampak negatif pada kemampuan anak untuk fokus pada tugas-tugas lain di luar game.
Candu game juga dapat memengaruhi keseimbangan emosi dan psikologis anak, mendorong kecanduan atau ketegangan yang mengarah pada perilaku kurang terkendali. Anak yang terus-menerus memainkan game online juga dapat cenderung menghindari interaksi sosial dengan orang lain di luar lingkungan game.
Solusi
Tips untuk mencegah anak kecanduan game online adalah dengan membatasi waktu bermain game. Anda bisa membuat aturan waktu yang jelas dan melarang anak memainkan game saat seharusnya sedang melakukan tugas lain, seperti belajar atau mengerjakan pekerjaan rumah.
Selain itu, orang tua juga bisa memperkenalkan anak pada aktivitas-aktivitas produktif lainnya yang lebih bermanfaat, seperti membaca buku, melakukan olahraga atau kegiatan seni. Jika anak memiliki kegemaran tertentu, cobalah bantu mereka mengembangkannya ke dalam suatu hobi.
Terakhir, perlu diingat bahwa tidak semua game online buruk. Beberapa game online dapat membantu anak-anak belajar keterampilan dan kemampuan baru. Orang tua perlu melakukan pemilihan yang cerdas dan bijaksana terhadap game online yang aman, positif dan bermanfaat bagi pertumbuhan dan pengembangan anak-anak.
Baca Berita selanjutnya : https://psikologi.uma.ac.id/pentingnya-mengelola-psikologis-sdm-di-tempat-kerja/






