Balas dendam atau revenge artinya tindakan menyakiti atau melukai orang lain, karena adanya perasaan sakit hati atau kesalahan yang dialami sang seseorang.waktu Anda merasa diperlakukan tidak adil atau kurang baik oleh orang lain, terdapat dua pilihan primer yang mungkin bisa dilakukan menjadi respons. Pertama ialah memaafkannya serta yang kedua, balas dendam. Bagi orang-orang yang menentukan opsi ke 2, ternyata ada karakteristik kepribadian yg spesial yang dimiliki. supaya tidak semakin bertanya-tanya, ini dia penjelasannya buat Anda.
Balas dendam ialah sikap tidak terpuji
Balas dendam (revenge) adalah tindakan menyakiti atau melukai orang lain akibat adanya sakit hati atau kesalahan yg dialami oleh seseorang. Balas dendam juga bisa terjadi karena adanya impian buat melakukan retribusi. ketika Anda tersakiti, secara alami Anda akan meresponnya menggunakan cara-cara tertentu buat melakukan pertahanan diri. tidak hanya itu, kebanyakan orang pun pula banyak yg memilih buat menyerang kembali apa dan siapa yg menyerang/menyakiti Anda.
Meskipun kadang perasaan inigin membalas dendam ini tidak kita akui, tetapi balas dendam ialah galat suatu perasaan intens yg timbul pada setiap insan. Alih-alih bisa menyembuhkan Anda berasal sakit serta melanjutkan hidup, penelitian justru menyebut balas dendam hanya akan menghasilkan Anda tetap tidak senang .
Kepribadian orang yg senang balas dendam
di sebuah peneilitian yang dilakukan di Virginia Commonwealth University, Amerika perkumpulan, disebutkan bahwa orang yang senang menyakiti orang lain serta merasa bahagia saat melihat orang lain menderita, cenderung lebih seringkali balas dendam. Penelitian ini juga menemukan, bahwa kepribadian sadisme, lebih banyak didominasi pada orang yang suka balas dendam. akibat riset ini tidak jauh berbeda berasal penelitian lain yg dilakukan pada Adelaide University, Australia.
di penelitian tersebut disebutkan, orang-orang yg melakukan balas dendam, cenderung memiliki motivasi buat berkuasa. Mereka ingin terlihat memiliki kekuatan, dan menaikkan status dirinya. Penelitian tersebut dilakukan menggunakan melibatkan 150 responden. Para responden menjawab pertanyaan seputar balas dendam, kekuasaan, tradisi, serta ketidaksetaraan dalam masyarakat. Mereka yg cenderung suka balas dendam, ialah individu yang sulit memaafkan, kurang bijak, serta kurang memiliki keterkaitan menggunakan dunia sekitarnya.
Balas dendam tidak menuntaskan dilema
Mungkin balas dendam dilakukan buat menenangkan hati. tetapi, Anda tahu? membalas dendam justru dapat menghasilkan rasa marah semakin mendalam. Individu yang tidak dikuasai amarah, sehingga mampu meredam niat balas dendam, tidak menduga dilema tersebut menjadi sesuatu yang akbar. Jadi, orang mirip ini lebih simpel melupakan serta menyudahi masalahnya.
namun, orang-orang yg balas dendam, tidak dapat melupakan persoalan yang terjadi. Mereka memikirkannya. Akibatnya, bukannya menuntaskan masalah, balas dendam justru membuka luka usang, yg seharusnya bisa ditutup dan disembuhkan.
Artikel lainya : Besarnya pengaruh teman sebaya dalam pembentukan karakter anak remaja






