Spirit doll atau boneka arwah belakangan sebagai tren di kalangan selebritas, termasuk presenter serta desainer Ivan Gunawan yang mengadopsi dan merawat seperti anak sendiri. Bukan hanya Ivan, beberapa selebriti lain mirip Ruben Onsu dan Lucinta Luna jua mempunyai boneka arwah yang mereka rawat sampai mengajak bermain serta jalan-jalan. tak luput, para pesohor ini juga mengabadikan kebersamaan menggunakan boneka tadi lewat media umum atau sejumlah program.
Menanggapi kenyataan ini, koordinator program Studi Terapan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Rose mini Agoes Salim menyebut bahwa tidak terdapat yg salah menggunakan memainkan dan merawat boneka arwah atau spirit doll yang menyerupai mirip seorang bayi. namun, ini mampu menjadi bahaya ketika sudah terjerembab dalam ruang halusinasi. dalam ilmu medis sendiri, berdasarkan Rose mini , boneka serupa juga acapkali dipergunakan, akan tetapi manfaatnya buat latihan.
“Misal orang-orang hamil belajar merawat bayi, memakaikan popok, belajar memandikan menggunakan boneka-boneka ini. fungsinya kentara buat belajar,” kata Rose kecil melalui telepon, Senin
“Kan kalau pelihara kucing atau adopsi anak mungkin lebih ada tanggung jawab tersendiri ya. bisa jadi orang-orang ini hanya butuh sahabat makanya memelihara sesuatu yang pasif,” istilah Rose kecil.
penting bedakan realitas serta halusinasi
Berdasarkan Rose kecil, bermain spirit doll atau boneka arwah sebenarnya tidak berbeda menggunakan anak kecil yg bermain ragam bentuk boneka. Selama masih mampu membedakan realitas dan halusinasi ini tidak jadi persoalan. sang sebab itu, dia menekankan penting buat memastikan apakah orang yang bermain boneka arwah masih menganggap bonekanya menjadi benda meninggal atau justru telah disebut sebagai sosok yang hayati serta memiliki perasaan selayaknya insan.
“jika tak bisa membedakan realitas serta imajiner sudah mulai bahaya. Memang ada imajinasi jika campur baur maka wajib ada sesuatu yang dilakukan [konsultasi dengan profesional]. jika [sekadar] main-main ya monggo saja,” katanya.
Senada dengan Rose mini , Psikolog asal Universitas Gadjah Mada Koentjoro mengatakan, saat orang yg memelihara boneka arwah lalu bersikap seolah boneka itu anaknya sendiri maka ini sudah tergolong dilema. Apalagi, Jika sampai membentak atau memarahi orang yg menyebut boneka itu benda mangkat ,
Koentjoro menyebut, sikap itu mampu dikaitkan dengan gangguan psikologis displacement, perilaku atau gangguan pada diri yang ditunjukkan menggunakan emosi dan disalurkan ke orang lain atau benda lain yg tidak akan melawan balik . “saat seseorang butuh afeksi, tapi tidak pernah bisa balasan setimpal dia mengarahkan ke hal lain, misal boneka, sebab tahu boneka akan dari saja ke mereka, tidak melawan. Nah ini perilaku displacement,” pungkasnya.
Meski demikian, Koentjoro mengatakan bisa jadi fenomena boneka arwah yg banyak ditampilkan para pesohor ini hanya semata gaya hidup. Mereka hanya butuh daerah untuk bermain-main atau menghibur diri dengan benda yang tidak akan melakukan perlawanan. “Jadi sama saja dengan anak mungil yang main boneka, akan tetapi ya jadi berbahaya bila mereka semakin terjerumus pada halusinasinya,” ujar Koentjoro.
Artikel Terkait : Mengetahui Peran Profesi Psikolog terhadap Kesehatan Mental






