Orang-orang yang stress karena pikiran yang berulang, tidak diinginkan, serta tidak terkendali, atau yg didorong untuk mengulangi perilaku eksklusif mungkin mempunyai gangguan obsesif kompulsif. Pikiran serta perilaku yg menjadi ciri gangguan ini dapat Mengganggu kehidupan sehari-hari, namun pengobatan dapat membantu orang mengendalikan gejalanya.
Apa itu gangguan obsesif-kompulsif?
Gangguan obsesif-kompulsif merupakan gangguan kronis (tahan usang) awam yang ditandai dengan pikiran (obsesi) yang tidak terkendali serta berulang yang bisa menyebabkan orang terlibat pada sikap berulang (kompulsi).
Meskipun ada kalanya kita seluruh khawatir atau merasa perlu buat menyelidiki pulang, gejala yang terkait dengan gangguan ini parah serta terus menerus. gejala-gejala ini bisa menyebabkan penderitaan serta mengarah di perilaku yang menghambat kegiatan sehari-hari. Orang menggunakan gangguan obsesif-kompulsif mungkin merasa perlu buat berulang kali memeriksa sesuatu atau menjalani rutinitas selama lebih dari satu jam sehari sebagai cara buat menerima bantuan ad interim dari kecemasan. Jika tanda-tanda gangguan tidak diobati, perilaku ini bisa menghambat pekerjaan, sekolah, serta korelasi langsung, serta juga dapat menyebabkan perasaan stress.
gejala gangguan obsesif-kompulsif cenderung muncul selama masa kanak-kanak, kurang lebih usia 10 tahun, atau pada masa dewasa belia, kurang lebih 20 sampai 21 tahun, serta seringkali muncul lebih awal pada anak laki-laki daripada anak wanita. di kebanyakan orang, gangguan ini didiagnosis di awal masa dewasa.
Apa saja indikasi dan tanda-tanda gangguan obsesif-kompulsif?
Orang menggunakan gangguan obsesif-kompulsif dapat memiliki obsesi, kompulsi, atau keduanya.
Obsesi merupakan pikiran, impuls atau gambaran mental yg berulang dan mengakibatkan kecemasan. Obsesi umum meliputi:
• takut kuman atau kontaminasi;
• kecemasan perihal lupa, kehilangan atau keliru menaruhkan sesuatu;
• takut kehilangan kendali atas sikap Anda sendiri;
• memiliki pikiran proaktif terhadap orang lain atau terhadap diri sendiri;
• memiliki pikiran yang tidak diinginkan, dihentikan atau tabu terkait menggunakan seks, agama, atau bahaya;
• ingin mempunyai hal-hal yang simetris atau pada urutan yg tepat.
Kompulsi ialah sikap berulang yg dirasa perlu dilakukan seorang sebagai respons terhadap pikiran obsesif. Kompulsi yg umum mencakup:
• pencucian atau pembersihan tangan yang hiperbola;
• memesan atau mengatur artikel menggunakan cara eksklusif dan sempurna;
• berulang kali menyelidiki sesuatu, mirip memastikan pintu tertutup atau panggang meninggal;
• menghitung secara paksa.
Bagaimana aku memahami Bila itu adalah gangguan obsesif-kompulsif?
tidak semua ritual atau norma merupakan paksaan. terdapat saat-saat saat semua orang memeriksa sesuatu lagi. Secara umum , orang menggunakan gangguan ini:
• Mereka tidak bisa mengendalikan pikiran obsesif atau sikap kompulsif mereka, bahkan saat mereka menyadari bahwa pikiran atau sikap tadi berlebihan.
• Mereka mendedikasikan setidaknya satu jam sehari buat pikiran obsesif atau sikap kompulsif ini.
• Mereka tidak senang terlibat dalam sikap atau ritual kompulsif, tetapi mungkin merasa lega sesaat asal kecemasan yg ditimbulkan sang pikiran obsesif.
• Mereka mengalami masalah yg signifikan dalam kehidupan sehari-hari mereka karena pemikiran atau perilaku ini.
Beberapa orang menggunakan gangguan obsesif-kompulsif juga memiliki gangguan tic. Tic motorik ialah gerakan yang datang-datang, singkat, berulang, mirip berkedip serta gerakan mata lainnya, wajah meringis, mengangkat bahu, serta kejang kepala atau bahu. Tics vokal yg umum termasuk suara membersihkan, mengendus, atau mendengus berulang. Orang dengan gangguan ini sering juga didiagnosis dengan gangguan mood atau kecemasan.
tanda-tanda gangguan obsesif-kompulsif dapat hilang serta balik , berkurang seiring ketika, atau memburuk. Orang dengan gangguan ini bisa mencoba membantu diri mereka sendiri menggunakan menghindari situasi yg memicu obsesi mereka, atau dengan memakai alkohol atau obat-obatan buat menenangkan diri. Meskipun kebanyakan orang dewasa dengan gangguan obsesif-kompulsif mengakui bahwa sikap kompulsif mereka tidak lumrah, beberapa orang dewasa dan sebagian besar anak mungkin tidak menyadari bahwa mereka tidak biasa. gejala gangguan obsesif-kompulsif pada anak umumnya disadari sang orang tua atau guru.
Bila Anda berpikir Anda atau anak Anda mungkin mengalami gangguan ini, bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan wacana kemungkinan gejalanya. Jika tidak diobati, gangguan obsesif-kompulsif bisa merusak seluruh aspek kehidupan.
Apa Penyebab Gangguan Obsesif-Kompulsif?
Penyebab sempurna gangguan obsesif-kompulsif tidak diketahui. tetapi, beberapa faktor dikaitkan menggunakan kemungkinan yg lebih tinggi buat memilikinya.
Genetika artinya faktor yg terkait dengan gangguan obsesif-kompulsif. Penelitian sudah membagikan bahwa mempunyai kerabat taraf pertama (ayah, bunda, saudara kandung, atau anak-anak) menggunakan gangguan ini dikaitkan menggunakan peluang lebih akbar buat mengembangkannya. Para ilmuwan belum mengidentifikasi gen atau set gen apa pun yg secara definitif menimbulkan gangguan obsesif-kompulsif, namun penelitian sedang dilakukan buat mengeksplorasi korelasi antara genetika dan gangguan ini.
Selain genetik, terdapat faktor biologis lain yg mampu berperan. Studi pencitraan otak sudah memberikan bahwa orang dengan gangguan obsesif-kompulsif sering memiliki disparitas pada korteks frontal dan struktur subkortikal otak. Area otak ini mendukung kemampuan buat mengontrol sikap serta respons emosional. Para peneliti pula menemukan bahwa banyak sekali area otak, jaringan otak, serta proses biologis memainkan kiprah penting dalam pikiran obsesif, perilaku kompulsif, dan ketakutan serta kecemasan yang terkait. Penelitian sedang dilakukan buat lebih tahu korelasi antara tanda-tanda gangguan obsesif-kompulsif serta bagian otak tertentu.
Beberapa penelitian sudah melaporkan bahwa terdapat korelasi antara stress berat masa kanak-kanak serta tanda-tanda obsesif-kompulsif. dibutuhkan lebih banyak penelitian buat tahu hubungan ini.
Anak-anak yang mengalami gangguan obsesif-kompulsif yang datang-tiba atau yang gejalanya memburuk sehabis infeksi strep dapat didiagnosis menggunakan PANDAS, akronim buat sekelompok gangguan neuropsikiatri autoimun pediatrik yang terkait dengan infeksi streptokokus.
Bagaimana pengobatan gangguan obsesif-kompulsif?
Langkah pertama adalah berbicara dengan penyedia layanan kesehatan Anda perihal gejala Anda. Mengajukan pertanyaan dan memberi Anda informasi bisa mempertinggi perawatan kesehatan Anda.
Penyedia layanan kesehatan Anda akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan Anda buat memastikan penyakit atau syarat lain tidak menyebabkan gejala Anda. Penyedia layanan kesehatan Anda mungkin merujuk Anda ke profesional kesehatan mental, mirip psikiater, psikolog, pekerja sosial, atau konselor, buat penilaian atau perawatan lebih lanjut.
Perawatan untuk gangguan obsesif-kompulsif umumnya meliputi jenis psikoterapi eksklusif (seperti terapi perilaku kognitif), obat-obatan, atau kombinasi keduanya. seseorang profesional kesehatan mental bisa mendiskusikan manfaat serta risiko yg terkait dengan aneka macam pilihan perawatan serta membantu Anda mengidentifikasi perawatan terbaik buat Anda. Kadang-kadang orang dengan gangguan obsesif-kompulsif pula memiliki penyakit mental lainnya, seperti kecemasan, depresi, serta gangguan dismorfik tubuh, gangguan pada mana bagian tubuh secara keliru diyakini tak normal. Gangguan lain ini krusial buat dipertimbangkan saat membuat keputusan pengobatan.
krusial untuk mengikuti rencana perawatan Anda sebab psikoterapi dan obat-obatan dapat membutuhkan ketika buat bekerja. Meskipun tidak ada obat buat gangguan obsesif-kompulsif, perawatan saat ini membantu banyak orang mengendalikan gejalanya, berpartisipasi dalam kegiatan sehari-hari, dan menjalani kehidupan yang penuh dan aktif.
Artikel Terkait :
Gejala dan Tanda Skizofrenia






