Stres berat tak berujung bisa menyebabkan seseorang mengalami depresi. Depresi sendiri adalah gangguan suasana hati yang menyebabkan seseorang terus-menerus merasa sedih dan kehilangan minat untuk melakukan aktivitas. Selain itu, adakah gejala lain yang ditimbulkan bila seseorang merasa depresi? Yuk, pahami lebih dalam ciri-ciri orang yang mengalami stres dan depresi berikut ini.

Tanda dan gejala depresi berdasarkan usia

Ada beberapa gejala yang tumpang tindih antara stres dan depresi, seperti sulit berkonsentrasi, tidak bersemangat, dan kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya selalu Anda nikmati. Padahal, stres, depresi, dan gangguan kecemasan memiliki perbedaan.

Umumnya, tanda-tanda depresi lebih terasa melelahkan dan bisa menghambat aktivitas sehari-hari penderitanya. Ciri-ciri depresi biasanya ditandai dengan memburuknya suasana hati yang menetap selama berminggu-minggu atau lebih dari 6 bulan berturut-turut.

Gejala depresi yang umum terjadi pada orang dewasa

Berikut beberapa gejala atau ciri depresesi yang umum terjadi:

Gejala depresi dari segi psikis
Suasana hati memburuk secara drastis.
Merasa sedih terus-menerus.
Merasa putus asa.
Merasa tidak berharga dan tidak berdaya.
Tidak minat melakukan apa pun.
Sering menangis tersedu-sedu.
Terus-terusan diselimuti perasaan bersalah.
Merasa kesal, gampang emosi, dan tidak toleran terhadap orang lain.
Sulit membuat keputusan.
Tidak bisa merasakan kebahagiaan atau kesenangan sedikit pun dari situasi dan kejadian yang positif.
Selalu merasa cemas atau khawatir.
Berpikir untuk bunuh diri atau melukai diri sendiri

Gejala depresi secara fisik

Gejala depresi yang memengaruhi kehidupan sosial

Setiap orang bisa merasakan tanda-tanda depresi yang berbeda-beda. Gejala umum yang disebutkan di atas, lebih umum dirasakan oleh penderita usia dewasa. Meski tak terlalu mencolok, nyatanya gejala depresi yang khas juga bisa muncul pada kelompok usia tertentu, seperti pada anak dan remaja, serta lansia.

Gejala depresi pada anak dan remaja

Sebetulnya, ciri-ciri depresi pada anak dan remaja mirip dengan yang terjadi pada orang dewasa. Hanya saja, ada beberapa gejala depresi yang khas terjadi pada anak dan remaja, seperti dilansir dari laman Mayo Clinic:
Butuh Informasi Terkait Kesehatan Mental?

Dapatkan tips psikologi setiap pekan untuk menjalani hidup sehat dan bahagia mulai dari sekarang!
Saya Menerima Kebijakan Privasi dan Data

Gejala depresi pada lansia

Depresi bukan hal yang normal terjadi pada orang yang berusia lanjut. Sayangnya, depresi pada lansia sulit dideteksi sehingga sulit diobati.

Gejala depresi pada lansia sebetulnya tidak jauh berbeda dengan orang dewasa pada umumnya. Akan tetapi, bisa pula muncul gejala lain yang mengikuti, berupa:

Berbagai gejala yang sudah disebutkan di atas bisa dikatakan sebagai depresi bila berlangsung setidaknya dua minggu atau lebih. Meski begitu, mungkin masih banyak tanda dan gejala depresi lainnya yang tidak disebutkan di atas.

Tingkat keparahan depresi berdasarkan gejala yang ditimbulkan

Depresi yang tidak diobati akan semakin membahayakan jiwa penderitanya. Ini karena mereka bisa saja melakukan tindakan berbahaya yang membahayakan diri sendiri, contohnya melukai diri sendiri.

Guna mencegah hal tersebut, dokter biasanya akan meresepkan obat antidepresan atau psikoterapi. Pilihan pengobatan untuk depresi ini akan disesuaikan dengan keparahan gejala yang dialami.

Berikut ini adalah pembagian tingkat keparahan depresi yang biasanya dilihat dari tanda dan gejala yang dialami penderitanya.

Depresi ringan

Orang yang merasakan depresi ringan, biasanya merasakan perasaan lebih dari sekadar sedih. Ciri-ciri depresi ringan ini bisa berlangsung selama berhari-hari dan mengganggu aktivitas yang biasanya dilakukan.

Selain ciri tersebut, dokter mungkin mengkategorikan seseorang mengalami depresi tingkat ringan bila juga mengalami kondisi berikut ini:

Jika gejala Anda bertahan hampir sepanjang hari, rata-rata empat hari dalam seminggu selama dua tahun, kemungkinan besar Anda akan didiagnosis jenis depresi seperti gangguan depresi persisten (dysthymia). Meskipun gejala depresi tersebut terlihat, beberapa orang mungkin mengabaikan atau menghindari konsultasi ke dokter.

Depresi menengah

Dalam hal keparahan gejala, depresi sedang naik tingkat dari kasus ringan. Depresi sedang dan ringan memiliki tanda yang sama, hanya saja lebih parah. Diagnosis untuk depresi tingkat sedang ini, biasanya ditandai dengan kondisi, seperti:

Perbedaan terbesar pada tingkat depresi ini yakni gejalanya berdampak buruk pada aktivitas di rumah, prestasi di sekolah, maupun produktivitas di tempat kerja.

Depresi parah

Depresi tingkat parah ini biasanya menimbulkan gejala yang berlangsung rata-rata 6 bulan atau lebih. Kadang, gejalanya bisa hilang beberapa saat, tapi bisa juga kembali berulang. Orang yang didiagnosis memiliki depresi tingkat ini biasanya menunjukkan ciri-ciri, seperti:

Jangan sepelekan sekecil apa pun gejala depresi yang terjadi pada diri Anda. Jika Anda khawatir atau curiga akan gejala tertentu, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter/psikolog/psikiater/terapis terpercaya.

Ingat, gangguan mental bisa dialami oleh siapa saja. Nah, langkah paling pertama untuk mencapai penyembuhan adalah menyadari bahwa Anda memang mengalaminya.

Artikel Terkait : Indikator Motivasi kerja cara meningkatkannya