Sehat ialah suatu kondisi baik yang meliputi ranah jasmani serta ranah rohani. seseorang dikatakan sehat bila memiliki syarat fisik yang baik dan memiliki kondisi mental yg baik juga, sebagai akibatnya orang yg mempunyai fisik dan mental yang baik dapat berbagi potensi yang terdapat dalam dirinya menggunakan optimal.
Sehat dari beberapa tokoh psikologi:
- Kepribadian sehat ialah yang mempunyai orientasi produktif (Fromm)
- insan sehat artinya insan yg mencapai kematangan (Allport)
- manusia sehat ialah insan yg mampu mengaktualisasikan dirinya dan mencapai kebahagiaan (Maslow)
- manusia sehat adalah yg bisa mengalahkan kecemasan serta kebutuhan neurotiknya (Horney)
- manusia sehat ialah yg mempunyai efikasi diri dan regulasi diri yang tinggi (Bandura)
Sehat Mental
Terdapat 3 penjabaran tentang “mental” yang perlu mendapatkan perhatian spesifik, yaitu “sehat mental”, “mental tidak sehat”, dan “sakit mental”. Sehat mental secara umum dapat diartian menjadi kondisi mental yang tumbuh serta didasari motivasi yg bertenaga ingin meraih kualitas diri yg lebih baik, baik dalam kehidupan famili, kehidupan kerja/profesi,juga sisi kehidupan lainnya. Orang yg diklaim memiliki mental tidak sehat merupakan orang yang meskipun secara potensial memiliki kemampuan, namun tak punya harapan dan perjuangan mengaktualisasikan potensinya itu secara optimal. sementara orang yg dianggap sakit mental artinya orang yg secara mental memiliki aneka macam macam unsur yg saling bertentangan, dan dengan demikian, tak jarang menghambat atau Mengganggu, sehingga perilakunya tidak menentu.
berdasarkan Killander, pada tahun 1975 mengidentikkan orang yang mentalnya sehat menggunakan apa yang disebutnya sebagai individu yg normal. Mereka merupakan orang-orang yg memberikan diri mempunyai kematangan emosional, kemampuan menerima realitias, senang atau nyaman hayati beserta orang lain, serta memiliki filsafat atau pegangan hidup pada waktu dia mengalami komplikasi kehidupan sehari-hari menjadi gangguan.
Individu yang mempunyai sehat mental seperti dikatakan oleh Killander itu tampaknya sederhana tetapi sering sukar terlihat dalam kenyataannya sehari-hari. untuk itu, perlu dikemukakan rincian pengertianciri-ciri-ciri tersebut sesuai dengan maksudnya, sebagai berikut:
a. Kematangan Emosional
ada tiga dasar emosi, yaitu cinta, takut, dan murka . Kita mencintai hal yg membentuk kita senang, takut bila terdapat hal yang mengancam rasa aman kita, dan murka kalau ada yang menghambat atau menghambat jalan serta usaha untuk mencapai apa yg kita inginkan. Ketiga dasar emosi ini diturunkan dan bersifat universal. ada 3 karakteristik sikap dan pemikiran di orang yg emosinya disebut matang, yaitu mempunyai disiplin diri, determinasi diri, dan kemandirian. seorang yg mempunyai;
Determinasi diri, akan bisa menghasilkan keputusan sendiri dalam memecahkan suatu duduk perkara dan melakukan apa yg sudah diputuskannya. dia tidak praktis menyerah dan akan menganggap dilema baru lebih menjadi tantangan daripada menjadi ancaman.
Individu yg mandiri akan berdiri pada atas kaki sendiri. ia tidak banyak menggantungkan diri pada bimbingan dan kendali orang lain.
b. Kemampuan mendapatkan empiris
Adanya disparitas antara dorongan, asa serta ambisi di satu pihak, serta peluang serta kemampuan di pihak lainnya, ialah hal yang biasa terjadi. Orang yang memiliki kemampuan buat menerima realitas diantaranya memperlihatkan sikap mampu memecahkan duduk perkara dengan segera serta mendapatkan tanggung jawab.
c. hayati beserta serta bekerja sama dengan orang lain
Hal ini menyangkut hakikat dirinya sebagai makhluk social (homo socius), yang tidak sekedar mau dan bersedia serta mampu bekerja sama buat mencapai prestasi yg lebih tinggi daripada dikerjakan sendiri, melainkan juga sebab tak bisa bertahan hayati sendiri. insan merupakan makhluk solider, bukan soliter.
d. mempunyai filsafat atau pandangan hidup
yg dimaksud dengan mempunyai filsafat hidup artinya memiliki pegangan hidup yang dapat senantiasa membimbingnya buat berada pada jalan yang benar, terutama waktu menghadapi atau berada dalam situasi yang merusak atau membebani. Filsafat hayati ini memiliki dua muatan primer, yaitu makna hidup serta nilai hayati. jadi, orang yang sehat mental senantiasa dibimbing sang makna dan nilai hidup yg menjadi pegangannya. ia tak akan terbawa begitu saja sang arus situasi yg berkembang di lingkungannya maupun perasaan dan suasana hatinya sendiri yg bersifat sesaat.
bisa diambil konklusi bahwa perilaku sehat atau mental sehat artinya perilaku yang dilandasi sang pemanfaatan potensi pikir yang efektif serta optimal serta siap digunakan, emosionalitas yang stabil dan dewasa, motivasi atau kemauan yang terarah da bersumber asal diri sendiri, sosiabilitas yang kokoh, persepsi yg realitis, serta makna serta nilai hidup terbaik yg dimilikinya.
Artikel Terkait : Tanda kondisi psikologis sedang terganggu






