Sapiosexual adalah orientasi seseorang yang menjadikan kecerdasan sebagai faktor utama ketertarikan secara seksual. Orang dengan orientasi ini bukan hanya suka melihat sosok yang dianggap pintar, tapi juga menjadikan hal tersebut sebagai sumber gairah.

Sapiosexual adalah suatu orientasi yang dicirikan dengan memiliki ketertarikan fisik maupun emosional pada orang cerdas. Jadi, orang yang punya orientasi ini menjadikan kecerdasan sebagai faktor utama dalam mencari calon pasangan. Istilah ini berasal dari kata sapiens yang artinya bijak, dan kata seksual. Sapiosexual sendiri bukanlah orientasi yang eksklusif. Artinya, istilah ini bisa digunakan berdampingan dengan orientasi seksual lain. Jadi, individu dengan orientasi straight, gay, biseksual, maupun lainnya, tetap bisa menjadi seorang sapiosexual.

Ini ciri seorang sapiosexual
Senang melihat orang berkacamata dan suka baca buku? Apakah ini tandanya Anda seorang sapiosexual? Belum tentu. Berikut ini ciri-ciri seorang sapiosexual.

Lebih mementingkan isi kepala dibanding fisik dan kepribadian
Untuk seorang sapiosexual, orang yang memiliki wajah rupawan bukanlah kriteria utama dalam mencari pasangan.
Anda mungkin menganggap seseorang atraktif secara fisik, tapi koneksi dan rasa suka apalagi jatuh cinta, tidak bisa muncul sebelum mengetahui kecerdasan orang tersebut. Setelah orang tersebut bisa membuktikan pada Anda lewat obrolan atau diskusi bahwa isi kepalanya ternyata berbobot, barulah seorang sapiosexual akan menjadikannya sebagai calon yang bisa dipertimbangkan sebagai pasangan.

Tidak mudah jatuh cinta
Karena isi kepala seseorang tidak bisa diketahui secara keseluruhan dalam waktu singkat, seorang sapiosexual biasanya butuh waktu lama untuk benar-benar merasa jatuh cinta. Saat pertemuan pertama, Anda bisa saja sudah tertarik dengan lawan bicara. Namun umumnya, Anda akan merasa perlu tahu pendapatnya mengenai topik-topik lain untuk bisa benar-benar merasakan percikan-percikan ketertarikan. Kecenderungan ini sebenarnya memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagai kekurangannya, mungkin akan sedikit lebih sulit bagi seorang sapiosexual untuk menemukan cinta. Namun sebagai kelebihannya, perasan jatuh cinta yang akhirnya tiba, akan terasa jauh lebih bermakna.

Menganggap diskusi yang cerdas sama menggairahkannya dengan seks
Sosok sapiosexual tidak hanya suka dengan kecerdasan calon pasangannya. Bahkan, kecerdasan bisa membuat mereka benar-benar terangsang. Jika diskusi panjang bersama seseorang seputar politik, astronomi, hingga hal-hal sederhana seperti pengetahuan trivial membuat lebih bergairah dan tertarik untuk berhubungan seks, maka Anda kemungkinan sapiosexual. Jadi, orientasi ini benar-benar menempatkan kecerdasan sebagai poin utama ketertarikan dan bukan sekadar naksir biasa.

Menganggap otak adalah bagian tubuh paling seksi
Untuk orang sapiosexual, isi kepala adalah hal yang utama. Otak dianggap sebagai organ tubuh yang paling seksi. Jadi kalau ada sosok cantik atau tampan tapin isi kepalanya tidak sesuai ekspektasi, maka orang dengan orientasi ini tidak akan tertarik. Hal ini bukan berarti sapiosexual sama sekali tidak mempertimbangkan faktor lain selain kecerdasan dalam memilih pasangan. Hanya saja, hal-hal lainnya tidak dijadikan sebagai faktor utama.

Mementingkan kecocokan intelektual
Sapiosexual seringkali disalahartikan dengan demiseksual, yaitu orientasi yang dicirikan dengan ketertarikan seksual hanya apabila memiliki kedekatan emosional. Pada pribadi sapiosexual, kedekatan emosional bukanlah faktor utama untuk bisa tertarik dengan orang lain secara seksual. Kedekatan tingkat kecerdasan lah yang berperan dalam membangun rasa ketertarikan seksual. Orang dengan orientasi sapiosexual mungkin saja tidak memiliki kedekatan emosional dengan orang lain, meski tertarik secara seksual dengan orang tersebut karena kecerdasannya.