peristiwa penembakan massal yang terjadi di Las Vegas pada Ahad yang lalu meninggalkan pertanyaan, apa motif yg menggerakkan Stephen Paddock melakukan tindakan sadis itu. BBC menuliskan bahwa Stephen Paddock adalah pensiunan akuntan yang cukup kaya serta tinggal pada lingkungan yang hening pada Mesquite, Nevada, AS beserta kekasihnya. ia tidak pernah mempunyai catatan kriminal, bahkan tidak pernah terlambat memperbarui surat-surat biar yg wajib dimiliki.


tetapi Paddock memuntahkan peluru ke tengah kerumunan orang yg sedang menikmati konser di festival Route 91 Harvest, di hotel Mandalay Bay. Aksinya menewaskan lebih berasal 50 orang, dan melukai setidaknya 500 orang. Paddock sendiri akhirnya meninggal bunuh diri. pada pemeriksaan selesainya peristiwa pada kamarnya yg juga berada pada hotel yang sama, Mandalay Bay, Foxnews melaporkan polisi menemukan 23 pucuk senjata barah, yg mana 12 di antaranya telah siap dipergunakan.


Apa yang terjadi di Las Vegas itu ialah keliru satu dari poly pembunuhan massal yang terjadi di Amerika perkumpulan.
Voice of America mengungkapkan bahwa pembunuhan massal meningkat 3 kali lipat pada beberapa tahun terakhir.
peristiwa penembakan di Las Vegas melampaui jumlah korban penembakan di sebuah klub malam di Orlando, Florida yang menewaskan 49 orang, pada Juni 2016. Sebelumnya, pada tahun 2012, seorang bersenjata mengakibatkan tewasnya 20 orang siswa sekolah dan enam orang dewasa, termasuk ibu penembak, serta staf dan pengajar pada sebuah SD di Newton, Connecticut, Amerika perkumpulan.


Apa yang menyebabkan seorang tega melakukan aneka macam penghilangan nyawa, terutama pembunuhan massal? Padahal orang tadi tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya, atau beliau sama seperti orang-orang kebanyakan lainnya. sampai waktu ini, pihak kepolisian masih mencari motif Stephen Paddock melakukan penghilangan nyawa ini. berbagai pemeriksaan yang dilakukan justru mengungkap masa lalunya. Situs NYMag melansir bahwa Stephen Paddock yang hayati menjadi pensiunan akuntan kaya, dan cukup berhasil di bidang properti serta usaha, dan suka melakukan kegiatan memancing serta berjudi ini ialah anak dari seorang perampok bank, yang pernah menjadi buronan FBI di tahun 1960-an, Patrick Benjamin Paddock.


Kendati demikian Stephen Paddock dilaporkan tidak memiliki keyakinan politik yang bertenaga, sejarah tindak kekerasan, dilema kesehatan mental, sampai ketertarikan pada senjata barah, meskipun pada rumahnya ditemukan lebih berasal 30 senjata api mirip yang dikutip berasal USA Today.
dalam sebuah poster yg mengumumkan pencarian Patrick Paddock, FBI menuliskan bahwa Patrick didiagnosis menjadi seseorang psikopat. ia selalu membawa senjata api untuk merampok bank, mempunyai kesamaan bunuh diri, serta harus selalu dianggap bahwa dia membawa senjata barah dan sangat berbahaya.
Mungkinkah Stephen Paddock, atau para pelaku penghilangan nyawa massal itu mewarisi gen psikopat berasal ayah atau keluarganya yang lain? J. Reid Meloy, seorang psikolog forensik, berkata, para pembunuh massal umumnya memiliki lebih poly kesamaan satu sama lainnya. mirip memiliki dilema kejiwaan, sebagian akbar dilakukan oleh serta sulit menjalin hubungan dengan orang lain.


“sering, kekerasan itu berawal asal keluhan pribadi,” istilah Meloy, “umumnya terdapat tiga komponen, seperti perasaan dirugikan, perasaan memalukan serta perasaan murka , dan menyalahkan seseorang atau sekelompok orang yg menyebabkan mereka mempunyai duduk perkara ini.” Akses di senjata api juga adalah salah satu faktor.
namun, apakah sifat psikopat itu menurun dan memicu kekerasan?
Situs Aftermath Surviving Psychopathy menyebutkan gen memang memainkan peran penting pada menurunkan sifat psikopat. namun, seorang memperoleh psikopat juga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti gaya hayati dan faktor lingkungan.


Suatu penelitian tentang gen kriminal yg dipublikasikan di tahun 2010 membagikan bahwa terbukti beberapa sikap psikopat memang diturunkan secara genetik. tapi, penelitian ihwal hal ini tetap sebagai topik yg kontroversial. Terutama menyangkut akibat terapeutik, sosial serta hukum.
sementara itu, Richard Wiebe, seorang psikolog dan kriminolog di Fitchburg State College, Amerika serikat, seperti dikutip dari US National Library of Medicine National Institute of Health berkata bahwa psikopati tampaknya memang diwariskan, dan memiliki dasar, setidaknya sebagian, di faktor ‘biologis’ yang terkait menggunakan sistem emosional dasar.


sehingga seseorang psikopat dewasa tidak pernah menyebarkan sekumpulan emosi pro-sosial mirip empat, rasa bersalah serta kemampuan buat peduli. menggunakan kata lain, “Kita memahami bahwa variabel dependen, yaitu psikopat, bisa diwariskan. tetapi tidak relatif buat dikatakan bahwa penyebabnya jua diwariskan. Meski begitu, anggapan bahwa psikopati artinya hasil genetik serta sosiopati adalah impak lingkungan, tetap penting.

Artikel Terkait : Maladaptive daydreaming ketika khayalan menjadi adiksi