Zaman sekarang, poly orang mengaku bahwa beliau mengidap OCD, namun gejala serta kondisi psikis yg mereka tunjukan cenderung tidak selaras dari data medisnya. namun, apa sih gejala OCD yang biasa dimiliki penderita? Pertama, simak dulu penerangan singkat mengenai OCD.

Apa itu OCD?

Obsessive Compulsive Disorder atau biasa diklaim OCD, artinya gangguan psikologis yang dapat mensugesti pikiran (obsesif) dan sikap (kompulsif) manusia. Kelainan ini Mengganggu pikiran penderitanya dengan membentuk rasa gelisah, cemas, risi, takut, dan menuntut melakukan hal yg sama berulang kali. sikap ini akan terus dilakukan penderitanya sampai harapan dari pikiran mereka terpenuhi.

Penyebab berasal OCD belum mampu diketahui secara pasti. Diduga sebab adanya problem pengiriman isu di bagian otak yang satu menggunakan lainnya, atau mungkin pula mampu ditimbulkan sang dilema tertekan yg berat. Faktor turunan genetik berasal keluarga, dan kecelakaan psikologis masa kemudian juga mampu memicu seseorang mengalami OCD.

umumnya, gejala yg ditemukan di penderita OCD artinya sering merasa resah, takut, risi dengan hal-hal sekitar, dan sering berpikiran negatif. di bawah ini merupakan gejala serta tipe yang bisa ditemukan di penderita OCD.

  1. Washers
    Jika Anda tak jarang merasa kurang atau bahkan tidak pernah merasa higienis saat mencuci tangan sehingga Anda akan melakukannya berulang kali, bisa jadi Anda menderita OCD. tanda-tanda ini ialah tanda-tanda umum yang paling sering dialami penderita OCD.
    gejala ini menyebutkan saat seorang selalu takut akan terkotori bakteri, kuman, atau kotoran yg berpindah ke tubuh mereka. Penderita umumnya akan mencuci tangan atau bagian tubuhnya yang dirasa kotor secara berulang kali. Penderita OCD tidak segan untuk membersihkan tempat tinggal , tubuh, serta apapun yg mereka takuti kotor, demi memenuhi kenginan kompulsifnya agar terhidar dari kuman atau kotoran yg dihindari. tanda-tanda mirip ini akan terus terjadi sebab adanya dorongan kuat pada pikiran penderita.
    dua. Checkers
    gejala OCD yg satu ini menyerang penderitanya buat selalu memeriksa sesuatu berulang kali. di tipe ini, biasanya tidak berbeda dengan penderita tipe washers. Penderita OCD akan melakukan pengecekan berulang kali pada hal, benda, atau barang yang berbahaya. model yg paling awam mirip mengecek kunci pintu tempat tinggal , mematikan kompor atau lampu dengan melakukan pengecekan berkali-kali. Para penderita merasa bahaya selalu mengintai, dan Bila terjadi sesuatu yg bersifat celaka mereka tidak segan menyalahkan dirinya menjadi yang wajib disalahkan.

tiga. Symmetry serta Orderliness
di tanda-tanda tipe ini, Anda seringkali mengalami penekanan buat mengatur setiap hal secara berurutan, rapi, simetris serta sejajar. misalnya Anda tidak akan suka Bila barang yang sudah Anda rapikan disentuh serta diubah posis nya sang orang lain. perilaku ini akan selalu menuntut Anda buat membentuk pikiran yang sama dan berulang.

  1. Hoarding
    Hoarding ialah tanda-tanda di mana Anda suka atau berkeinginan untuk mengumpulkan barang-barang bekas yang Anda temukan. Anda berpikiran bahwa barang itu penting serta akan bermanfaat bagi Anda ke depannya. Jika pada dalam rumah atau ruangan Anda poly barang serta terasa penuh, bisa jadi Anda salah satunya.

Bagaimana cara mengatasi OCD?

Hanya sebab Anda menyukai hal-hal menggunakan cara eksklusif atau mengatur sepatu atau warna baju Anda dalam urutan abjad, bukan berarti Anda memiliki OCD. namun, Bila pikiran obsesif atau sikap ritual terasa pada luar kendali Anda atau menghambat kehidupan Anda, saatnya buat mencari pengobatan.

Pengobatan umumnya melibatkan psikoterapi, terapi modifikasi sikap, atau obat-obatan psikiatri, sendiri atau pada kombinasi. berdasarkan Harvard Medical School, menggunakan pengobatan, kurang lebih 10 % pasien sepenuhnya pulih serta sekitar setengah dari pasien menunjukkan beberapa perbaikan. Bicarakan pula dengan famili atau oang terdekat Anda tentang tanda-tanda yang dirasakan. Dukungan dan pengertian berasal mereka penting buat Anda.

Artikel Terkait : https://psikologi.uma.ac.id/mengetahui-gejala-yang-dialami-penderita-ocd/