pada masa anak mulai melepaskan ketergantungannya terhadap orangtua. sekarang dia memiliki identitas yg lebih bertenaga serta lebih aman sebagai akibatnya dia mampu berbagi sedikit sifat pemberontaknya. 

Memang, anak yg masih muda ini belum mampu tahu bahwa apa yg dilakukannya itu galat. beliau hanya ingin membagikan kekuatan otoritasnya, dengan menguji otoritas orangtuanya. Lantas, apa yang wajib dilakukan orangtua dalam menghadapinya?Atur batasanAnak Mama perlu mengetahui perihal batasan, serta pastikan dia memahaminya. Ucapkan dengan jelas, misalnya, “Kita tidak saling memukul ya. Bila engkau murka , katakan menggunakan istilah-kata, tetapi tidak memukul,” atau “jangan lupa, engkau boleh bermain pada sini, tetapi pastikan memasukkan semua kendaraan beroda empat-mobilan ke keranjangnya selesainya terselesaikan nanti.”Dorong sikap yang baikKetimbang memusatkan perhatian di perilaku jelek anak, cobalah memujinya setiap dia bersikap baik. Terkadang, orang dewasa lupa melakukannya.

Sesederhana, “saudara tertua pintar, sepatunya sudah dirapikan sendiri,” atau “Makasih ya, Kak, Mama dibantu jagain adek ketika Mama terdapat tamu.” Hal sederhana ini akan melekat selamanya pada hati anak Mama serta akan mendorong anak melakukan kebaikan-kebaikan lain. ingat Ma, sama mirip orang dewasa, anak-anak pun sangat senang dipuji.gunakan time out secara positifDi masa sekarang, para ahli mengatakan hukuman tidak akan membentuk anak jadi semakin baik. Justru sebaliknya, memunculkan kemarahan yg lebih besar . tetapi, anak permanen perlu didisplinkan waktu melewati batas. Time out artinya cara usang yang dipergunakan orangtua buat mendisiplinkan anak.

gunakan time out secara positif. Jangan menghukumnya pada kamar yang gelap serta menguncinya. Hal-hal seperti ini malah akan menyebabkan syok. tempat hukuman time out dilakukan sebaiknya jauh dari orang lain serta jauh berasal aktivitas yg menyenangkan, seperti dari layar televisi atau gadget. Aturlah timer menjadi batas saat. American Academy of Pediatrics menyarankan waktu time out artinya “usia anak + 1 tahun”. Jadi buat anak usia 3 tahun, waktu time out-nya ialah empat mnt.memahami kondisi dan fase anakDi usia ini, anak sangat antusias terhadap hal-hal baru yg ingin dicobanya. dia dipenuhi rasa penasaran, diiringi menggunakan kehendak yang tinggi.

Jadi, berusahalah memahami syarat ini. Jika anak Mama ingin pakai baju pilihannya sendiri, meski itu atasan hijau salur menggunakan celana batik, sebetulnya tidak dilema bukan? Atau Jika dia mau makan roti dengan selai kacang serta taburan Oreo buat makan siang, selama ia menyukainya, sebetulnya tidak duduk perkara jua ‘kan? beliau masuk ke rumah sepatu yg dipenuhi menggunakan lumpur basah? Ketimbang membentaknya, pikirkan saja bagaimana cara membersihkannya serta mengajarkannya ihwal kebersihan dan konsekuensi perbuatannya.di akhirnya, pahamilah ini sebagai bagian dan fase perkembangan anak yang wajib dilalui.

source : https://www.popmama.com/kid/1-3-years-old/winda-carmelita/masalah-psikologis-anak-usia-3-tahun-menentang-orangtua