Pernahkah Anda melihat pada adegan film saat orang yg mempunyai kepintaran tinggi digambarkan penyendiri serta tidak memiliki banyak sahabat? Sebenarnya, di dunia nyata pun faktanya memang sahih mirip itu. Kebanyakan orang cerdas ternyata lebih suka menyendiri ketimbang berada pada keramaian. Mengapa tingkat kecerdasan berafiliasi menggunakan sifat penyendiri?

Alasan orang cerdas lebih suka menyendiri
gambaran orang cerdas yang terlihat lebih senang menyendiri pada film-film ternyata terjadi bukan tanpa alasan. Pernyataan tersebut ternyata dibuktikan melalui penelitian di British Journal of Psychology. di pada studi tersebut, para ahli mencoba menjelaskan mengapa orang cerdas memiliki kepuasan hayati yg lebih rendah ketika harus bersosialisasi lebih seringkali dengan temannya. Para pakar mencoba membuktikan alasan tersebut menggunakan teori psikologi evolusioner. Psikologi evolusioner artinya cabang baru pada psikologi yg menelaah korelasi faktor genetik menggunakan perilaku manusia. dengan teori tersebut terlihat bahwa anggota grup yang pintar lebih efektif merampungkan dilema tanpa perlu bantuan dari sahabat-temannya.

asal penelitian tadi jua terbentuk ilustrasi bahwa orang yang kepintarannya biasa saja lebih suka berteman menggunakan orang lain karena membantu mereka memecahkan masalah. Sedangkan, orang yg lebih cerdas suka menyendiri sebab merasa lebih bisa merampungkan tantangan yg diberikan. Bagaimana syarat ini bisa terjadi? kesimpulan berasal penelitian ini didapat setelah menganalisis survei dari 15.197 peserta yg berusia antara 18-28 tahun. Survei ini bertujuan untuk mengukur kepuasan hidup, kecerdasan, kesehatan mereka.

Kecerdasan emosional
salah satu temuan yang cukup penting dalam penelitian ini artinya kebanyakan orang yg taraf kecerdasannya di atas homogen-rata cenderung tak bahagia di keramaian. tapi, ketika mereka dikelilingi sang teman atau orang yg disayangi tingkat kebahagiannya semakin tinggi. Maka itu, mungkin bagi kebanyakan orang bersosialisasi menggunakan orang lain bisa mempertinggi rasa senang . tetapi, hal tadi tidak berlaku bagi beberapa orang cerdas yang lebih senang menyendiri.

Korelasi teori savanna dan orang cerdas senang menyendiri

mengasihi diri sendiri
seperti yg sudah disebutkan sebelumnya, penelitian yang dilakukan buat melihat alasan orang cerdas lebih senang menyendiri menggunakan teori psikologi evolusioner. Teori psikologi evolusioner tadi ternyata berkaitan erat dengan teori savanna. Teori savanna merupakan prinsip dalam dunia psikologi yg digunakan sang Satoshi Kanazawa, seseorang psikolog asal Amerika serikat. Teori ini mengusungkan bahwa tingkat kepuasan hidup seseorang tidak hanya berdasarkan apa yg terjadi pada masa sekarang. akan tetapi, kepuasaan juga dapat didasarkan sang reaksi nenek moyang yang mungkin terjadi ketika ini.

Maksudnya, kebanyakan orang yg tinggal di pemukiman padat penduduk cenderung kurang bahagia dibandingkan waktu berada pada pedesaan. Hal ini merujuk pada kebiasaan leluhur yang jumlah penduduknya jauh lebih sedikit ketimbang ketika ini, sehingga tak menutup kemungkinan berada pada keramaian justru tak menyenangkan. Dilansir dari The Washington Post, kepadatan penduduk mempunyai pengaruh terhadap kepuasan hayati. Hal ini dikarenakan keramaian mempunyai impak 2 kali lebih akbar pada orang menggunakan tingkat kecerdasan yang lebih rendah dibandingkan mereka yang pintar.

manfaat sahabat
Maka itu, kebanyakan orang cerdas kurang puas terhadap kehidupan mereka ketika seringkali bersosialisasi di tengah keramaian. Mereka lebih senang melakuka hal-hal yg produktif ketimbang bercengkrama menggunakan teman-temannya sendiri pada kedai kopi. Selain itu, beberapa ahli percaya bahwa kecerdasan seseorang akan berevolusi seiring menggunakan berkembangkan sifat psikologis mereka saat menyelesaikan persoalan.menjadi contoh, orang yg hayati pada zaman dahulu merasa harus bersosialisasi menjadi keliru satu cara untuk bertahan hidup. sementara itu, pada kehidupan kini , orang yg cerdas cenderung mampu menyelesaikan tantangan tanpa membutuhkan bantuan berasal orang lain. Akibatnya, mereka mungkin kurang menghargai persahabatan karena merasa bisa sendiri.

Artikel Lainnya : Manfaat psikologis mengantar anak di hari pertama saat sekolah