Apakah anda pernah mendengar kata kesurupan? Kesurupan umumnya dikaitkan menggunakan adanya roh-roh halus yang masuk ke dalam diri manusia dan merogoh alih jiwanya.
namun, ternyata pemahaman ini belum relatif sempurna sebab dilandasi oleh asumsi dan budaya maskarakat saja. di Kamis, 8 November 2018, PSY UC kedatangan narasumber yg dapat memberi pemahaman lebih dalam wacana kesurupan ditinjau berasal dimensi psikologis. dia adalah Siswanto , S.Psi., M.Si., Psikolog yg juga artinya dosen psikologi pada Universitas Soegijapranata Semarang. dia jua telah menulis kitab yg berjudul “Psikologi Kesehatan Mental. Awas Kesurupan!” serta sempat menjadi best seller di kala itu.
dia menyimpulkan bahwa individu yg sedang mengalami kesurupan artinya individu yang sedang sakit atau mengalami gangguan mental disosiatif. Kesurupan dalam hal ini merupakan manifestasi berasal kepribadian yg sedang rapuh atau sedang dalam tekanan sebagai akibatnya individu menekan hal yg mengancam ke dalam area bawah sadarnya. Seketika itu area kesadarannya pun berkurang.
Dinamika psikologis individu yg mengalami kesurupan dikaitkan buat memenuhi fungsi kebutuhan tertentu. contoh aku insiden kesurupan massal di sebuah SD saat Ujian Nasional. fenomena ini bisa terjadi sebab syarat murid sedang merasa stress, tertekan, rapuh, atau terancam sehingga dimuntahkan pada bentuk kesurupan menjadi upaya keluar dari masalahnya. Individu yg sedang tertekan ditambah lingkungan yg tak sehat serta tidak mendukung akan memperkuat kesurupan terjadi.
dengan pemahaman secara psikologis ihwal kesurupan, diharapkan mahasiswa, dosen, dan khalayak yg mengikuti kuliah tamutersebut dapat lebih mengerti dan memperhatikan kesehatan mental sekitarnya agar kesurupan ini tidak terjadi.
Baca Juga : Mengenal penyakit skizofrenia apa itu dan penyebabnya






