Masing-masing anak memang memiliki karakter tersendiri, galat satunya artinya pemalu atau pendiam. Sebenarnya, faktor apa saja yg mampu membentuk satu anak lebih pendiam atau lebih pemalu ketimbang sahabat-temannya yang lain?
Psikolog anak serta remaja Alzena MAsykouri, M.Psi menuturkan, secara awam, karakter jua menghasilkan seorang sebagai sosok yg pendiam yakni lebih banyak berpikir sendiri dan tak mengemukakan pendapatnya secara lugas. Atau mampu saja menjadi pemalu yakni enggan mengekspresikan perasaan atau pendapatnya secara lugas.
“Karakter tidak hanya dibentuk secara alami, tetapi juga terdapat peranan berasal lingkungan yang menyampaikan penguatan ataupun corak dari sikap seseorang,” ungkap wanita yang akrab disapa Zena ini saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Jumat
Dihubungi terpisah, psikolog anak serta remaja Anna Surti Arianni, M.Psi berkata di anak pemalu, pola asuh bisa saja memengaruhi. misalnya, waktu anak acapkali diledek, dicela, atau terus-terusan disalahkan beliau menjadi anak yg cenderung malu serta tidak berani bertindak secara spontan.
Atau, bisa jua sebab si anak sering dihukum atau dimarahi sehingga jadi anak yg pemalu atau pendiam. berdasarkan perempuan yang akrab disapa Nina ini, anak pemalu bisa jadi sebab beliau seringkali disalahkan. sehingga, anak merasa takut galat dan akhirnya dia tidak mau secara impulsif mengkreasikan pemikirannya atau menampilkan apa yg ada di pikiran beliau.
“tapi pemalu beda dengan tidak percaya diri. Pemalu itu dia cenderung nggak mau mengeluarkan apa yang dia ingin lakukan. bila nggak percaya diri itu dia nggak mau mengeluarkan apa yg ada di pikiran atau benak beliau,” kata Nina.
pada anak yang pendiam, Nina berkata buat mengetahui penyebabnya perlu dilihat lebih jauh lagi apakah anak diam karena enggan mengonrol banyak atau memang tak bisa bicara banyak. waktu anak tidak bisa bicara banyak, perlu dilihat apakah akibat keterbatasan bahasanya?
sebagai akibatnya, sebenarnya anak bukan pendiam tetapi dia tidak memiliki kosakata yg sempurna. Anak yg pendiam, bisa jua karena depresi. buat itu, Nina menekankan perlu dicek apakah diamnya anak tersebut sebab memang ia memendam masalah, terutama Bila memang di bidang bahasa dia tak mengalami hambatan.
“Kenapa kok anak bisa nggak punya kosakata? bisa aja karena misal bentuk parentingnya itu anak baru ngomong dikit, orang tua nyerocos. Jadinya anak nggak punya kosakata. beliau pula takut dan tak terbiasa bicara karena tidak punya keterampilan buat mengatakan,” istilah Nina.






