Berapa banyak kita telah marah tentang situasi yang membuat kita marah? Berapa kali Anda melihat seseorang kehilangan kesabaran? Kita hidup di dunia yang penuh dengan momen yang membangkitkan berbagai emosi. Kita bisa sangat gembira tentang pencapaian pribadi, tetapi kita juga bisa takut dengan apa yang akan terjadi pada kita dan marah ketika hal-hal tidak berjalan sesuai keinginan kita.
Emosi adalah bagian dari bagaimana seseorang harus bereaksi terhadap lingkungan. Namun, ada orang yang bereaksi dengan sangat marah dan sulit dikendalikan. Ini bisa menjadi masalah baik bagi orang itu sendiri maupun bagi orang-orang di sekitarnya.
apa itu sifat lekas marah?
Ketika berbicara tentang sifat lekas marah, perlu diingat bahwa arti kata ini terkait dengan kemarahan. Menurut kamus Royal Spanish Academy, istilah “marah” adalah kata sifat yang mengacu pada seseorang yang “rawan marah.” Artinya orang dengan kepribadian tidak sabaran akan cenderung bereaksi dengan amarah atau amarah dalam situasi yang dapat memancing perasaan tersebut.
Penyebab lekas marah
Untuk mempelajari cara mengelolanya, penting untuk mengetahui penyebab utama iritabilitas. Berikut kami jelaskan.
Pengalaman Masa Lalu yang Tidak Menyenangkan: Ketika kita menghadapi situasi kehidupan yang berbeda, kita bereaksi melalui emosi. Kami mengalami pengalaman yang menyebabkan frustrasi, ketakutan, dan/atau kemarahan pada saat itu, dan dengan demikian dapat membentuk pola perilaku yang berulang sepanjang hidup kami. Stres: Kehidupan sehari-hari dan tugas yang harus kita penuhi membuat kita stres. Ketika Anda merasa sulit untuk menghadapi situasi stres, Anda dapat bereaksi dengan marah kepada siapa pun, bahkan jika itu bukan orang yang membuat Anda marah. Predisposisi Genetik: Warisan genetik juga dapat memainkan peran penting dalam penyebab kepribadian tergesa-gesa. Mungkin cara kerja neuron berbeda pada orang yang menderita jenis respons ini. Imitasi model keluarga: Kepribadian mulai terbentuk sejak tahun pertama kehidupan. Kita ambil contoh pendidikan dan adat-istiadat yang diberikan oleh mereka yang mendidik masyarakat. Jika anak laki-laki atau perempuan melihat seberapa sering orang penting dalam keluarga bereaksi terhadap kemarahan, mereka cenderung meniru perilaku ini dalam hidupnya.
Gejala lekas marah
Jika kita berbicara tentang cepat marah, ada beberapa tanda yang memerlukan perhatian khusus untuk mengidentifikasi perilaku ini. Selanjutnya, mari kita bicara tentang gejala lekas marah.
- Peningkatan denyut jantung.
- Berteriak.
- Palpitasi.
- gemetar.
- keringat
Kehadiran satu atau lebih gejala ini tidak berarti bahwa seseorang mudah tersinggung. Untuk memahami bagaimana setiap individu merespons situasi yang berbeda, penting untuk mempertimbangkan lingkungan individu, usia, jenis kelamin, riwayat kesehatan keluarga, dan adanya penyakit yang sudah ada sebelumnya.
cara mengelola amarah
Kemarahan dapat menyebabkan banyak masalah dalam hidup kita karena ketika kita marah pada orang lain, pekerjaan, persahabatan, dan hubungan emosional kita dapat berubah. Kita mungkin mengalami kesulitan di tempat kerja, atau orang yang bergaul dengan kita mungkin mulai menjauhkan diri dari kita. Oleh karena itu, selanjutnya, kami akan menunjukkan kepada Anda cara mengelola sifat lekas marah:
melakukan terapi
Terapi membantu kita memahami bagaimana kita berpikir, merasa, dan bertindak dalam hidup kita. Di satu sisi, ada perawatan yang ditujukan untuk menemukan penyebabnya sehingga Anda dapat memahami sumber emosi Anda. Untuk orang yang mudah marah, psikoanalisis berusaha mencari situasi yang tidak menyenangkan di mana kemarahan telah dimanifestasikan secara reaktif di masa lalu. Ini dapat membantu orang tersebut memahami diri mereka sendiri dan menerima berbagai reaksi kehidupan.
Di sisi lain, terapi jangka pendek berfokus pada pemecahan masalah. Untuk mengatasi kemarahan, jenis terapi ini memberi orang tersebut alat untuk bereaksi secara berbeda terhadap situasi yang dapat memicu kemarahan. Juga, latihan khusus yang dilakukan selama sesi ini efektif untuk mengendalikan amarah. Ada alternatif lain, seperti latihan mindfulness, tetapi pengobatan yang paling terkenal adalah terapi perilaku kognitif.
obat psikiatri
Saat ini ada beberapa obat yang tersedia untuk membantu orang yang kesulitan mengelola amarahnya. Biasanya, jenis obat ini mempengaruhi kimia otak dan menyebabkan perubahan koneksi saraf di korteks serebral.
Dapat membantu mengubah cara Anda merespons situasi tertentu yang dapat memicu kemarahan. Namun, kami harus menekankan di sini bahwa obat ini harus diberikan sesuai dengan saran medis dari profesional kesehatan yang dapat memantau perkembangan pasien.






