Kelompok Psikolog serta Psikiater sudah menilai, LGBT merupakan sebagai sebuah penyakit jiwa berbahaya akibat pola perilaku dan pengaruh lingkungan yang salah. Para pakar pemerhati yang tergabung menilai Bbla lingkar LGBT ini menjerumuskan anak-anak remaja bangsa ini, sudah bisa dipastilkan ke depan, generasi muda harapan bangsa akan rusak dan berkurang.
Pada masa anak-anak remaja generasi penerus bangsa tengah dihadapkan berbagai macam isu dan polemik. Bermula dari maraknya kejahatan pornografi, narkotika, termasuk isu LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) yang kini tengah menjadi sorotan masyarakat Tanah Air bahkan menjadi masalah yang mendunia.
Negara-negara Barat yang merasa dirinya sangat menjunjung Hak Asasi Manusia sangat lantang menyuarakan keberpihakannya pada kaum LGBT dengan cara berkampanye di media sosial maupun menyelipkan pesan mendukung LGBT dalam berbagai acara bergengsi antar negara. Hal tersebut sedikit banyak mulai mempengaruhi sikap sebagian masyarakat Indonesia yang memiliki budaya ketimuran dan mayoritas beragama Islam.
Untuk itu, membentengi anak-anak remaja dari bahaya LGBT Harus dimulai dengan memberikan edukasi atau pendidikan, baik ilmu pengetahuan maupun ilmu agama kepada anak. Pandangan oleh Praktisi Pendidikan Remaja menjelaskan, peran utama orang tua dalam membentengi anak dari bahaya LGBT, terutama memiliki sosok seorang ayah. Sosok pemimpin keluarga ini harus serius & hadir dalam kehidupan anak-anaknya.
Beberapa peneliti psikolog berpendapat bahwa kasus pelaku LGBT adalah orang-orang yang kurang perhatian. Oleh sebab itu, menurutnya, harus ada pendidikan pencegahan perilaku menyimpang tersebut yang dilakukan sejak usia dini, yaitu dengan pola asuh yang tepat. Selain lingkungan, pola asuh adalah hal yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Pola asuh adalah kunci utama pembentukan karakter dan perilaku anak.
lanjutnya, Untuk mengatasi kasus perilaku yang terlanjur menyimpang peneliti kejiwaan menjelaskan bahwa upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mode terapi kognitif psikologis yaitu terapi kejiwaan yang berkaitan dengan pendekatan keagamaan. psikolog juga menambahkan bahwa yang sedang ia lakukan untuk membantu seseorang yang sudah terlanjur menyimpang adalah dengan mengembalikannya kepada ajaran agamanya masing-masing, tentu umumnya tidak ada agama yang mengajarkan manusia dalam prilaku menyimpang.
Baca Artikel Lainya : https://psikologi.uma.ac.id/peran-orang-tua-agar-anak-menjadi-berani-dalam-melakukan-tindakan/






