Workaholic adalah istilah yang merujuk pada seseorang yang memiliki kecenderungan untuk terus menerus bekerja, bahkan hingga mengorbankan waktu istirahat dan waktu bersama dengan keluarga dan teman-teman. Orang yang mengalami workaholic biasanya merasa sulit untuk melepaskan diri dari pekerjaan, bahkan ketika mereka sedang tidak di tempat kerja.

Peningkatan tantangan ekonomi saat ini, persaingan yang semakin ketat dan permintaan akan produktivitas yang lebih tinggi, semuanya dapat menciptakan pola kerja yang menyukarkan orang untuk melepaskan diri dari tanggung jawab mereka, sejalan dengan hal tersebut, workaholic telah menjadi fenomena yang semakin sering ditemui dalam perilaku kerja modern.

Dampak Workaholic pada Kesehatan Mental
Kecenderungan untuk terus bekerja yang berada di luar kemampuan manusia bukan hanya memberikan peningkatan produktivitas, tetapi juga dapat memiliki efek yang merugikan pada kesehatan mental seseorang. Beberapa dampak negatif pada kesehatan mental akibat workaholic antara lain:

Tingkat Stres Tinggi
Mayoritas workaholic merasa tertekan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dengan ketepatan waktu yang disediakan. Terlalu banyak pekerjaan dan batas waktu yang ketat dapat meningkatkan level stres.

Kegelisahan dan Depresi
Stres yang terus menerus akibat workaholic dapat menyebabkan kecemasan dan depresi.

Kehilangan Minat pada Hobi atau Kesukaan
Orang yang mengalami workaholic cenderung kehilangan minat pada aktivitas penghilang stres seperti olahraga atau hobi. Padahal, aktivitas ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan mental dan mengurangi tingkat stres.

Gangguan Tidur
Merupakan hal yang umum bagi workaholic untuk mengalami gangguan tidur yang mengakibatkan kelelahan fisik dan kelesuan.

Kesulitan Berinteraksi
Workaholic mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang-orang di luar lingkungan kerja mereka karena kesibukan mereka yang terlalu banyak.

Dampak Workaholic pada Keseimbangan Kerja-Hidup
Workaholic juga berdampak pada keseimbangan kerja-hidup seseorang. Perilaku workaholic dapat merugikan hubungan pribadi seseorang seperti keluarga dan teman-teman. Beberapa dampak yang terjadi pada keseimbangan kerja-hidup adalah:

Kesulitan Menjaga Hubungan Pribadi
Workaholic cenderung merasakan kesulitan dalam menjaga relasi interpersonal, baik itu dengan keluarga maupun teman-teman dekat.

Gangguan Kesehatan
Workaholic dapat mengalami masalah kesehatan fisik seperti penyakit jantung, obesitas, migrain, masalah tulang dan otot dan lain-lain yang disebabkan oleh tingkat stres yang tinggi dan kelelahan fisik.

Ketidakseimbangan Hidup
Orang yang mengalami workaholic tidak dapat menyeimbangkan waktu antara pekerjaan dan waktu luang, sehingga kesulitan dalam menjalankan kegiatan luar pekerjaan untuk mengisi waktu untuk rekreasi dan liburan.

Cara Mengatasi Workaholic
Terkait dampak negatif yang ditimbulkan oleh perilaku workaholic, menjaga seorang diri untuk tidak menjadi workaholic akan sangat penting. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi perilaku workaholic adalah sebagai berikut:

Menetapkan Prioritas
Menyusun prioritas pekerjaan akan membantu seseorang untuk mengetahui hal yang benar-benar penting untuk diselesaikan terlebih dahulu dan untuk menghindari jam kerja yang terus menerus tanpa henti.

Mendelegasikan Tugas
Orang yang mengalami workaholic harus belajar untuk membagi pekerjaan mereka dengan anggota tim atau teman kerja lain untuk mengurangi beban kerja yang terlalu besar.

Berlabuh pada Hobi
Menghabiskan waktu senggang untuk kegiatan yang menyenangkan seperti olahraga, baca buku, jalan-jalan dengan teman-teman atau apapun yang disukai sangat penting untuk mengurangi rasa stres dan kelelahan mental.

Menerapkan Batas
Orang workaholic harus belajar untuk menerapkan batas waktu untuk jam kerja, mematikan telepon atau komputer pada jam tertentu memungkinkan seseorang terlibat dengan keluarga dan teman-teman.

Kesimpulan
Workaholic dengan sendirinya menghasilkan kesehatan mental dan keseimbangan kerja-hidup yang tidak seimbang. Kecenderungan ini memiliki banyak efek negatif pada kesehatan mental seseorang. Oleh karena itu, perlu bagi seseorang untuk mengelola waktu kerja mereka dengan bijak dan untuk mengambil waktu yang cukup untuk berehat dan berekspresi agar dapat menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.

Baca Juga : https://psikologi.uma.ac.id/mengenal-model-model-alat-tes-psikologi/