masyarakat Balikpapan dihebohkan dengan kehadiran hantu kuyang yang dikatakan menjadi indikasi buruk . Terlepas dari kebenarannya, dunia psikologi menyebut insiden ini sebagai sensed presence. Hal ini diartikan sebagai, suatu kondisi psikologi dan kejiwaan yg mengakibatkan manusia melihat atau mencicipi adanya makhluk lain.
Dikutip berasal Psychology Today, sensed presence umumnya terjadi di orang yg berada di tempat berbahaya atau aneh. syarat manusia yg sedang stress, sedih, atau murung juga menyebabkannya merasa melihat, dikunjungi, atau ditemani sesuatu. “Sangat tak beralasan Jika pengalaman menggunakan hantu, roh halus, atau entitas gaib lainnya datang asal lingkungan yang biasa saja,” istilah psikolog sosial Frank T. McAndrew.
Selain stres, kekurangan oksigen, rangsangan terus menerus, serta kadar hormon jua mampu menyebabkan insan merasa terdapat entitas lain. Riset yg dipimpin Director of the Center for Neuroprosthetics Olaf Blanke memberikan, faktor tadi merangsang areal otak yang mengakibatkan insan mencicipi adanya makhluk mistik. taraf konkret terkait adanya objek lain majemuk mulai berasal sekadar perasaan, sampai melihat kentara layaknya makhluk atau insan biasa.
McAndrew menyebutkan, ahli psikologi evolusi setuju pengalaman melihat entitas mistik pula dipicu agency-detection mechanism. mekanisme ini berevolusi dari yang semula buat melindungi manusia berasal musuh dan pemangsa. Hal ini biasa terjadi saat individu berada pada daerah yang gelap, sepi, atau berbahaya. Individu cenderung lebih fokus menghadapi situasi di sekitarnya buat mengantisipasi kemungkinan bahaya. manusia bisa saja keliru perhitungan sebab reaksi lebai di situasi yang serba ambigu.
Riset Kirsten Barnes dan Nicholas Gibson menunjukkan, pengalaman supernatural kebanyakan terjadi pada situasi yg mengancam atau ambigu. Individu yang pernah mengalami paranormal activity cenderung praktis ikut merasakan dan terserap dalam pengalaman seorang. Kendati tidak memungkiri adanya makhluk gaib, pengalaman melihat hantu sebagai pengingat buat selalu hati-hati tanpa perlu bertindak hiperbola.
Baca Juga : Langkah untuk mengelola stres pada anak saat belajar online






