Namun, yang terjadi saat ini, game online banyak dimainkan secara berlebihan sehingga menyebabkan kecanduan game online. Remaja dianggap lebih sering mengalami kecanduan game online karena masa remaja adalah masa di mana seorang anak manusia belum stabil secara emosional, cenderung terjerumus ke dalam “percobaan” atau ke dalam hal-hal baru yang menimbulkan kesenangan dan kenyamanan.
Kecanduan game sama saja dengan kecanduan jenis lainnya. Ini karena setiap objek yang membuat rasa senang akan merangsang otak untuk menghasilkan dopamine, yaitu hormon yang menciptakan perasaan bahagia. Pada kecanduan game, terjadi peningkatan dopamine dua kali lipat, dan dampak yang dirasakan adalah euphoria, yaitu perasaan bahagia, percaya diri, dan semangat berlebihan. Jika hal ini terjadi terus menerus, maka akan merusak sistem dan sirkuit reseptor otak sehingga menyebabkan kecanduan.
Kadar dopamine yang berlebihan di dalam tubuh juga dapat mengacaukan kerja hipotalamus, yaitu bagian otak yang mengatur suasana hati dan emosi. Kecanduan akan menyebabkan perubahan struktur dan fungsi otak, yaitu perubahan di bagian otak pre-frontal cortex. Gangguan pada bagian otak tersebut mengakibatkan kehilangan beberapa fungsi otak yaitu fungsi atensi (memusatkan perhatian), fungsi eksekutif (merencanakan dan melakukan tindakan) dan fungsi inhibisi (kemampuan untuk membatasi). Adanya perubahan struktur otak ini juga menyebabkan perilaku impulsive (bertindak tanpa berpikir) yang tidak dapat dikendalikan. Walaupun seseorang sudah jenuh atau bosan bermain game, tetapi aktivitas bermain game tetap dilakukannya karena ia tidak dapat lagi mengontrol dirinya.
World Health Organization (WHO) mendefinisikan kecanduan game online atau gaming disorder sebagai gangguan mental yang dimasukkan ke dalam International Classification of Diseases (ICD-11). Gaming disorder adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang tidak mampu mengontrol kegiatan bermain game dan mengabaikan kegiatan lainnya seperti makan atau istirahat. Secara umum, seseorang perlu dicurigai mengidap gaming disorder, jika kebiasaan bermain game dalam durasi dan intensitas yang lama, kebiasaan bermain game telah menunjukkan dampak negatif seperti penurunan berat badan, perubahan perilaku, mental emosional serta hubungan sosial, di mana gejala ini telah terjadi selama dua belas (12) bulan.
Dari aspek kesehatan, gaming disorder menyebabkan daya tahan tubuh menurun akibat kurang makan dan istirahat, metabolisme terganggu, misalnya terjadi obesitas akibat kurang gerak, dan gangguan kesehatan mental. Gangguan kesehatan mental yang terjadi seperti depresi dengan tingkat kemampuan bersosialisasi yang terus menurun, fobia sosial (kecemasan dalam interaksi sosial), gangguan suasana hati (mood), halusinasi di mana pikiran anak akan dipenuhi sesi permainan yang telah berlalu ataupun yang akan datang. Karakteristik kepribadian yang berkaitan dengan gaming disorder antara lain neuroticism (jenis kepribadian dengan pengalaman emosional negatif dan ketidakstabilan emosi), dan agresi (sikap bermusuhan).
Kecanduan game online akan membuat seorang anak remaja kehilangan waktu berharga dalam hidupnya di dunia nyata. Dukungan dan perhatian keluarga dalam mengendalikan perilaku bermain game sangat besar manfaatnya untuk mencegah kecanduan game online yang dapat merusak mental remaja.
Artikel : Dampak negatif game online terhadap kesehatan mental remaja






