Perasaan suka yg membisu-membisu timbul ketika melihat saingan kita gagal pada suatu pekerjaan, atau waktu orang yang tidak kita senangi terluka, ialah model schadenfreude.

Schadenfreude dari berasal bahasa Jerman yg diartikan sebagai perasaan senang yg muncul saat melihat penderitaan orang lain. di beberapa penelitian disebutkan bahwa schadenfreude merupakan respon kebanyakan manusia waktu menghadapi suatu humor yang mengandung kekerasan.

Sebuah penelitian yang dilakukan di 2014 berkata bahwa anak usia 2 tahun telah mampu merasakan schadenfreude sebagai respon atas kondisi tidak adil yg melibatkan orang-orang disekitarnya.

dari asisten profesor psikologi di Universitas Harvard yang telah melakukan penelitian luas wacana schadenfreude serta empati, munculnya perasaan schadenfreude artinya suatu hal yang sangat manusiawi.

Bahkan waktu hal tersebut tidak mendatangkan manfaat apapun, namun seorang akan merasa lebih baik Bila mengalami kondisi tadi.
sepertinya sebagian akbar kondisi mirip schadenfreude terjadi sebab adanya kompetisi secara sosial mirip, “Jika saya membandingkan diri saya menggunakan orang lain dan menemukan bahwa saya tidak sebagus/sebaik (mereka), maka aku lebih mungkin merasa senang waktu mereka jatuh terpuruk.”

engkau tidak perlu khawatir merasa jadi orang yg paling jahat sedunia Bila pernah merasakannya. Peneliti perihal konsep schadenfreude Mina Cikara, yg diterbitkan dalam jurnal Annals of the New York Academy of Sciences mengatakan senang melihat orang lain menderita itu normal.

Kurangnya rasa empati di sesama jua bukan berarti engkau mengidap gangguan kejiwaan eksklusif. Ini merupakan respon yg manusiawi dan banyak dirasakan oleh orang lain juga. tetapi, dalam perkara yang sporadis terjadi, schadenfraude mampu berkembang menjadi sesuatu yang lebih berbahaya.

Sebuah penelitian dari Emory University menyatakan terlalu sering atau sangat suka melihat orang lain susah memberikan kecenderungan karakteristik psikopati. Gangguan psikopati bisa membentuk kamu menghalalkan banyak sekali cara buat menghasilkan orang lain sakit atau tertimpa kemalangan tanpa merasa menyesal.

Artikel lainya : Tokoh guru besar psikolog terbaik di indonesia beserta biografinya